Bantu Lombok & Sulteng, Secangkir Kopi Solidaritas Dibagikan di Pertemuan IMF-World Bank

Program solidaritas untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah di NTB dan Sulteng dilakukan dengan cara kreatif melalui diplomasi secangkir kopi. Program yang disebut dengan A Cup for Solidarity itu dilakukan selama kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank Group yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali selama 7 hari.
Hadijah Alaydrus | 08 Oktober 2018 16:45 WIB
Program solidaritas untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah di NTB dan Sulteng dilakukan dengan cara kreatif melalui diplomasi secangkir kopi.

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali - Program solidaritas untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah di NTB dan Sulteng dilakukan dengan cara kreatif melalui diplomasi secangkir kopi.

Program yang disebut dengan A Cup for Solidarity itu dilakukan selama kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank Group yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali selama 7 hari.

Program tersebut ditargetkan dapat menjaring donasi dari 10.500 cangkir kopi gratis atau sekitar Rp1,5 miliar bantuan bagi korban bencana alam di Lombok, Palu dan Donggala.

Kabag Humas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) Alia Karenina mengatakan setiap booth A Cup for Solidarity akan menyediakan 500 cangkir kopi gratis setiap harinya untuk peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali.

Adapun, Bank Rakyat Indonesia menyediakan tiga booth di BNDCC Lobby Uluwatu dan ruang Legian, serta Mangupura Hall di BICC. "Satu hari 500 cup per booth. Jadi 1.500 cangkir per hari dengan ekspektasi 7 hari 10.500 cup," ujar Alia saat ditemui di booth A Cup for Solidarity, BNDCC, Senin (8/10).

Alia memperkirakan jumlah cangkirnya mungkin bisa bertambah melihat antusiasme delegasi. Menurutnya, panita membawa 120 kg kopi dari Jakarta yakni jenis kopi khas dari berbagai daerah seperti Mandhailing dan Toraja.

Kemungkinan, lanjut Alia, puncak keramaian peserta akan terjadi pada 11-12 Oktober 2018. "Semua delegasi datang dan Pak Jokowi datang. Mungkin puncaknya di sana kita lebihin stok," ujar Alia.

Berdasarkan informasi panita nasional, Alia mengatakan Presiden Joko Widodo, Executive Director IMF Christine Lagarde, dan Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mungkin akan mampir ke booth a Cup for Solidarity.

Alia menceritakan awal dari pembukaan booth ini di acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali diminta langsung oleh Bank Indonesia.

Selain ajang untuk donasi, booth khusus ini juga sebagai promosi kopi Indonesia dan barista. "Ada enam barista yang sudah menang award Internasional dan nasional, biar sekaligus promosi," ungkapnya.

Ketua Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Bank Indonesia, Peter Jacobs mengungkapkan menyambut baik program A Cup for Solidarity. Menurutnya, Indonesia punya barista yang memberikan nilai tambah untuk kopi Indonesia juga. 

"Di mana dengan kopi hasilnya disumbangkan ke palu dan lombok. jadi itu sesuatu hal yang besar kita sharing ke IMF dan World Bank mereka sambut baik 'brilliant idea' ini," kata Peter, Senin (8/10/2018).

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top