Grafik Gempa Susulan di Palu Cenderung Turun

Grafik pantauan gempa susulan setelah gempa besar yang berpusat di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) hingga Senin (8/10) ini berangsur menurun.
Newswire | 08 Oktober 2018 14:39 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berdiskusi dengan Menko Polhukam Wiranto (kiri), Kepala BIN Budi Gunawan (kedua kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) ketika meninjau lokasi yang rusak akibat gempa di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Grafik pantauan gempa susulan setelah gempa besar yang berpusat di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) hingga Senin (8/10) ini berangsur menurun.

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip di Palu, Senin, puncak tertinggi jumlah gempa susulan terjadi pada Sabtu (29/9) sebanyak 108 gempa dan terendah pada Sabtu (6/10) sebanyak delapan kali gempa.

Total jumlah gempa susulan sejak gempa besar berkekuatan magnitudo 7,4 pada Jumat (28/9) hingga Senin ini sebanyak 495 gempa. Namun, BMKG menerangankan hanya 15 kali gempa susulan yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dari pantauan yang dirasakan pewarta Antara di Palu, beberapa kali gempa bisa dirasakan seperti getaran kecil dengan waktu kurang dari satu detik.

Namun getaran itu tidak semua dirasakan oleh setiap orang yang berada di Palu.

Sejak catatan gempa susulan tertinggi pada Sabtu (29/10), BMKG mencatatkan grafik yang terus menurun hingga sepekan pada Sabtu (8/10). Namun, sehari setelahnya catatan kembali naik menjadi 31 gempa susulan.

Data gempa susulan pada Senin, pukul 11.00 WIB, tercatat tujuh kali gempa.

Sumber : Antara

Tag : gempa
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top