Mengapa Hoaks Mudah Tersebar di Media Sosial?

Banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat turut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya perkembangan teknologi informasi dalam berinteraksi.
JIBI | 07 Oktober 2018 07:58 WIB
Hoax2 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Banyaknya hoaks yang beredar di masyarakat turut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya perkembangan teknologi informasi dalam berinteraksi.

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan menuturkan media sosial menjadi perangkat yang banyak digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. Media sosial disebut sebagai pasar bebas karena informasi yang ada di dalamnya tidak tersaring.

"Di media sosial, tidak semua ada faktanya," terangnya seperti dilansir Tempo, Minggu (7/10/2018).

Kondisi tersebut diperburuk dengan hilangnya etika saat menyampaikan pendapat di media sosial. Hal ini terjadi karena masyarakat dapat bersuara dengan bebas.

Media sosial juga dipandang menggerus peran media mainstream yang sebelumnya menjadi acuan.

"Media mungkin punya channel Youtube, Instragam, atau yang lain. Tapi masih kalah dengan akun-akun lambe," ujar Rafif.

Dia menilai diperlukan regulasi yang mengatur pasar bebas tersebut dan mesti ada edukasi mengenai penyebaran hoaks. Masyarakat dipandang sangat perlu diberi tahu cara membedakan berita yang benar dan bohong.

Rafif juga mencatat perlu adanya peran elit politik di dalam negeri untuk mencegah penyebaran hoaks. Kelompok ini disebut sebagai orang-orang terdidik dan mewakili suara rakyat, sehingga harus berkomitmen menciptakan demokrasi yang sehat.

Sumber : Tempo

Tag : media sosial, hoax
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top