Pertamina Kirimkan LPG ke Palu dari Kalimantan Melalui Kapal Laut

Pengiriman menggunakan LCT yang dapat menampung muatan hingga 640 ton ini dilaksanakan dari Pelabuhan Somber Balikpapan pada Sabtu (6/10/2018).
Fitri Sartina Dewi | 06 Oktober 2018 13:47 WIB
Seorang anggota TNI membantu pengungsi yang akan membeli elpiji pada operasi pasar di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10). Operasi pasar elpiji pada sejumlah titik di Kota Palu itu guna mempermudah pengungsi untuk mendapatkan elpiji guna keperluan memasak sehari-hari pascagempa dan tsunami. - Antara/Mohamad Hamzah

Bisnis.com, JAKARTA — Pertamina kembali kirimkan dukungan bagi lokasi bencana di Sulawesi Tengah menggunakan Kapal Landing Craft Tank (LCT). Bantuan yang dikirimkan kali ini berupa mobil tangki BBM dan tabung LPG.

Pengiriman menggunakan LCT yang dapat menampung muatan hingga 640 ton ini dilaksanakan dari Pelabuhan Somber Balikpapan pada Sabtu (6/10/2018).

Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menyatakan Pertamina terus optimalkan semua jalur distribusi bantuan guna menjangkau lokasi bencana.

Yudi memaparkan dari Kalimantan tercatat sudah beberapa kali dilaksanakan pengiriman di antaranya 22 orang relawan operator SPBU, bantuan logistik makanan dan kebutuhan sehari-hari, 250 tabung LPG serta 12.000 liter BBM solar menggunakan Air Tractor.

"Sebagai lokasi yang terbilang dekat dengan lokasi bencana, Pertamina Kalimantan siap untuk lakukan penyaluran bantuan yang sekiranya dibutuhkan. Berbagai bantuan, baik logistik maupun yang bersifat dukungan bagi kelancaran operasional penyaluran BBM dan LPG terus kami kerahkan,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (6/10/2018).

Terkait penyaluran kali ini Yudi menjelaskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, dan hasil pantauan tim Pertamina Peduli di lokasi bencana, pihaknya saat ini mengirimkan 4 unit mobil tangki BBM dan 500 tabung LPG ukuran 5.5 kg guna mendukung normalisasi ketersediaan energi di lokasi bencana.

Mobil tangki yang dikirimkan pun merupakan jenis khusus Power Take Off (PTO) yang bisa langsung melakukan pengisian BBM ke kendaraan karena dilengkapi dengan dispenser otomatis dengan kapasitas per unit sebesar 5000 liter. Pertamina kerahkan pula 8 orang awak mobil tangki untuk mendukung operasional penyaluran BBM.

Yudi menuturkan, waktu pengiriman ditargetkan selama sekitar 26 jam menempuh jarak lebih dari 230 mil melintasi Selat Makassar.

"Dengan adanya mobil tangki dengan dispenser otomatis ini diharapkan penyaluran BBM dapat lebih lancar dan menjangkau berbagai titik di Palu dan Donggala. Sebelumnya mobil tangki PTO ini telah melayani masyarakat di titik padat arus mudik lebaran di Pulau Jawa", jelasnya.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan selain 2 jenis muatan utama tersebut, Pertamina juga mengirimkan 1 unit mobil bak terbuka yang dapat digunakan untuk penyaluran bantuan ataupun keperluan lainnya.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan tim Pertamina Peduli di Sulteng, karena sudah menjadi komitmen kami untuk mendukung upaya pemulihan bencana ini,” ungkapnya.

Tag : Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top