BNPB: 1.571 Jiwa Meninggal Dunia Akibat Bencana Sulteng

Hingga hari ketujuh pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.
Muhammad Ridwan | 05 Oktober 2018 16:32 WIB
Warga melintas di lokasi terdampak gempa di Petabo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA -- Hingga hari ketujuh pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (5/10/2018) pukul 13.00 WIB korban meninggal dunia mencapai 1.571 jiwa.

Korban dunia tersebut berasal dari berbagai titik yakni 1.352 jiwa dari Palu,  144 jiwa dari Donggala, 12 dari Parigi Moutong, 62 jiwa dari Sigi, dan 1 jiwa di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

“[Kami] Terus menerus mencari korban, diperkirakan masih banyak,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho  di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (5/10).

Sementara itu, sebanyak 2.549 orang mengalami luka berat dan saat ini sudah dapat penanganan di rumah sakit. Selain itu, masih ada 113 korban hilang dan 152 orang tertimbun.

“Laporan hilang sudah ada identitas, nama-nama yang dilaporkan,” lanjutnya.

Untuk penanganan jenazah, sebanyak 1.551 jenazah sudah dimakamkan secara massal di TPU Poboya, Palu.

Bantuan untuk menangani dampak bencana ini juga terus berdatangan, termasuk dari luar negeri. BNPB mengevaluasi kebutuhan bagi pengungsi bencana Sulteng menjadi hanya empat barang.

Keempat barang tersebut adalah tenda, genset, pesawat, dan water treatment. Sebelum dilakukan evaluasi, BNPB menetapkan setidaknya enam kebutuhan yakni rumah sakit lapangan, fogging, tenda, genset, pesawat, dan water treatment.

Tag : bnpb, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top