Dampak Gempa 7,4 SR Petobo Ambles 180 Hektare. Jono Oge Lebih Luas Lagi

Data citra satelit Pleiades dan Sentinel 2 memperlihatkan wilayah ambles ratusan hektare akibat gempa Donggala. Di Petobo, Palu, wilayah yang ambles mencapai 180 hektare. Luasan kerusakan lebih parah terjadi di Jono Oge, Kabupaten Sigi. Sekitar 202 hektare lahan di Jono Oge ambles. 
Newswire | 04 Oktober 2018 10:55 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi yang rusak akibat gempa di kawasan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa 7,4 Skala Richter yang berpusat di timur laut Donggala, Jumat (28/9/2018), mengakibatkan dampak parah di Sulawesi Tengah. 

Data citra satelit Pleiades dan Sentinel 2 memperlihatkan wilayah ambles ratusan hektare akibat gempa Donggala. Di Petobo, Palu, wilayah yang ambles mencapai 180 hektare. Luasan kerusakan lebih parah terjadi di Jono Oge, Kabupaten Sigi. Sekitar 202 hektare lahan di Jono Oge ambles. 

Tim Tanggap Darurat Bencana Lapan di Jakarta, Kamis (4/10/2018), mengeluarkan data dampak gempa Donggala tersebut. Berdasarkan metode visual interpretation dari dua satelit tersebut terlihat luasan area ambles di Petobo 180 hektare dengan bangunan rusak 2.050 unit dan kemungkinan rusak 168 bangunan.

Luas wilayah ambles di Jono Oge 202 hektare dengan bangunan rusak 366 unit dan kemungkinan rusak 23 bangunan.

Walaupun wilayah ambles di Jono Oge lebih luas, kerusakan bangunan lebih sedikit. Itu terjadi karena pemukiman di wilayah ini masih jarang.

Data Satelit Penginderaan Jauh yang digunakan adalah data Pleiades pada 6 Juli 2018, data satelit Sentinel 2 pada 17 September 2018 (sebelum gempa) dan 2 Oktober 2018 (setelah gempa).

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan, Priyatna, mengatakan data Sentinel 2 merupakan data satelit milik Uni Eropa yang dapat diunduh secara bebas.

Data Sentinel 2 memiliki resolusi spasial 10 meter untuk delineasi luas wilayah ambles, sedangkan data Pleiades untuk identifikasi kerusakan bangunan.

"Kalau untuk ukuran ambles memang dari satelit tidak terdeteksi secara spesifik," katanya.

Dia menjelaskan tim akan terus menyisir dan menghitung jumlah kerusakan dengan data satelit penginderaan jauh dari berbagai sumber, baik Stasiun Bumi Parepare milik Lapan maupun komunitas internasional.

Sumber : Antara

Tag : sulteng, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top