Twitter Makin Gencar Basmi Akun Palsu

Twitter Inc. meningkatkan upaya melawan akun palsu dan spam dalam upaya untuk membersihkan platformnya menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat bulan November mendatang.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Oktober 2018 07:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Twitter Inc. meningkatkan upaya melawan akun palsu dan spam dalam upaya untuk membersihkan platformnya menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat bulan November mendatang.

Dalam posting pada blog resmi Twitter yang dilansir Bloomberg, perusahaan mengatakan bahwa mereka menghapus sekitar 50 akun pada bulan Agustus yang seolah-olah menjadi anggota dari partai Republik.

Media sosial tersebut juga mengambil tindakan tindakan pada tweet yang membagikan berita mengenai pemilu dan masalah politik dengan informasi afiliasi pihak yang menyesatkan atau salah.

Twitter mengatakan bahwa mereka memperluas metode identifikasi akun dengan menyertakan pengawasan terhadap akun tanpa foto avatar atau yang menggunakan foto curian, menyalin biografi profil, dan dengan sengaja menyesatkan informasi profil.

Twitter, Facebook Inc. dan Alphabet Inc. telah meningkatkan upaya mereka untuk memerangi kampanye pengaruh asing menjelang pemilihan November mendatang.

Platform media sosial dan teknologi digunakan dalam kampanye pemilihan presiden 2016 silam oleh aktor luar negeri untuk ikut campur dalam politik di AS dan memperluas divisi politik.

Selama pemilihan presiden, Badan Riset Internet Rusia yang didukung Kremlin mengoperasikan akun yang menyamar sebagai organisasi politik resmi dan sumber berita lokal AS.

Eksekutif dari perusahaan teknologi telah menghadap anggota parlemen beberapa kali selama setahun terakhir untuk menjelaskan apa yang telah mereka lakukan untuk memerangi campur tangan politik dari negara-negara termasuk Rusia dan Iran.

CEO Twitter, Jack Dorsey mengatakan kepada anggota Kongres pada bulan September bahwa dia akan melakukan perombakan bagian-bagian inti dari produk perusahaan untuk meningkatkan kesehatan percakapan di platform media sosialnya.

Twitter mengatakan telah memperbaiki algoritmanya untuk mengidentifikasi spam dan akun bot. Pada paruh pertama bulan September, perusahaan mengatakan bahwa mereka memeriksa rata-rata 9,4 juta akun setiap pekan.

Sebagai hasil dari upaya yang lebih besar untuk menemukan informasi palsu, jumlah laporan terkait spam dari pengguna telah menurun menjadi rata-rata sekitar 16.000 per hari pada bulan September dari 17.000 per hari pada bulan Mei, menurut Twitter.

Selama beberapa bulan terakhir, perusahaan meluncurkan proses pendaftaran yang lebih ketat untuk pengembang yang meminta akses ke data Twitter, dan saat ini menangguhkan sekitar 30.000 aplikasi setiap bulan.

Tag : twitter
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top