FPI Bantah Gerak Cepat Relawannya di Palu Disebut Hoaks

Front Pembela Islam (FPI) melalui akun Twitternya membantah keterangan Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu yang menyebut hoaks gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7
Nancy Junita | 02 Oktober 2018 19:38 WIB
Twitter Front Pembela Islam (FPI)

Bisnis.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) melalui akun Twitternya membantah keterangan Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu yang menyebut hoaks gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7

Sedikitnya ada dua bantahan FPI atas keterangan pers Kemkominfo itu. Pertama, Front Pembela Islam @Informasi_FPI menulis:

Sempat kaget dgn pemberitaan @CNNIndonesia yg bersumber dari @kemkominfo, bahwa yg kami lakukan di Palu, membantu korban Bencana alam disana adl HOAX. Demi Allah, kami tak minta kalian publikasi, pun apresiasi. Tp rasanya tak pantas kalian manfaatkan musibah ini utk fitnah kami.

Tak beberapa lama kemudian, akun tersebut juga mencuit:

Tak perlu khawatir, twips.. kami hanya meluruskan fitnah ini. Framing negatif kpd FPI adalah biasa. Semaksimal mungkin kami akan terus membantu korban bencana di Sulteng. . Tak perlu publikasi ataupun apresiasi, tp tanya hati nurani; pantaskan manfaatkan bencana untuk fitnah FPI?

Selain itu, @Informasi_FPI membagikan cuitan jurnalis ‘Guardian’ bernama Kate Lamb @KateLamb yang menulis: Seome of the goods are coming from notorious Islamic group, Front  Pembela Islam, or FPI

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/9/2018) telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting pascabencana gempabumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah,

Hasilnya ditemukan konten yang berisi informasi hoaks yang beredar. Berikut fakta sesungguhnya dari informasi yang telah beredar tersebut:

 1. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak  [gambar hoaks]

Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.

2. Hoaks Korban Musibah [gambar hoaks]

Faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

3. Hoaks Walikota Palu Meninggal [gambar hoaks]

Faktanya Walikota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap daruraty gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.

4. Hoaks Gempabumi Susulan [gambar hoaks]

Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

5. Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7

Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.

6. Hoaks Mayat yang minta gempa [gambar hoaks] Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau

7. Hoaks 2 Oktober Terjadi Gempabumi Lagi [gambar hoaks] Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

8. Hoaks penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban  Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.

Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai  dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

 

Tag : fpi, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top