Gempa Palu: 18 Negara Tawarkan Bantuan

Sekitar 18 negara dinyatakan sudah menawarkan bantuannya dalam upaya penanganan gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, tak lama setelah pemerintah memberikan lampu hijau terkait bantuan asing.
Amanda Kusumawardhani | 02 Oktober 2018 15:04 WIB
Kapal Sabuk Nusantra 39 yang terdampar ke daratan akibat gempa dan tsunami di desa Wani, Pantai Barat Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Kabar24.com, JAKARTA—Sekitar 18 negara dinyatakan sudah menawarkan bantuannya dalam upaya penanganan gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, tak lama setelah pemerintah memberikan lampu hijau terkait bantuan asing.

Menteri Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (HAM) Wiranto mengungkapkan sejumlah negara yang dimaksud antara lain India, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Qatar, Malaysia, dan Swiss.

“Ada 18 negara yang sebenarnya sudah menyampaikan keinginan untuk membantu. Sampai pagi ini, sudah terdaftar 14 negara yang jelas-jelas sudah membantu,” katanya seusai rapat terbatas mengenai penanganan gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah di Kantor Presiden, Selasa (2/10).

Wiranto menyebutkan dirinya bersama dengan duta besar di negara-negara sahabat sudah menggelar rapat, setelah Presiden Jokowi mengumumkan bakal membuka diri terhadap bantuan asing. Sejumlah kebutuhan sudah diinventarisir yang kemudian akan segera disampaikan kepada negara-negara yang menawarkan bantuannya kepada Indonesia.

Jika dirinci, Indonesia membutuhkan pesawat udara yang mampu mengakomodasi pengiriman logistik bagi pengungsi di Sulawesi Tengah secara terus-menerus. Melihat dari kebutuhan tersebut, pemerintah memutuskan kebutuhan yang dimaksud adalah pesawat Hercules C130.

“Sebelum darat beres, kita butuh angkutan udara yang rapid, maka kita meminta pesawat C130. Pesawat angkutan jenis itu bisa mendarat efektif di landasan pacu 2.000 meter, dan hanya C130 yang bisa melakukan short landing dan short take off,” ujarnya.

Hingga saat ini, dia mengemukakan sudah ada 10 pesawat C 130 yang sudah diperbantukan di Angkutan Udara. Kesepuluh pesawat tersebut berasal dari sejumlah negara antara lain Malaysia, Korea Selatan, India, dan Amerika Serikat.

Selain pesawat, Wiranto juga menyatakan penanganan pengungsi akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah membutuhkan genset, rumah sakit lapangan, pengolahan air bersih, dan fogging.

“Kemudian juga fogging, fogging itu ada satu alat melakukan netralisasi dari kemungkinan adanya mayat-mayat yang terlambat dikuburkan sehingga menimbulkan penyakit. Itu sudah kita berikan arah kesana,” tekannya.

Sejumlah negara juga sudah menyanggupi untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Fasilitas pemulihan air bersih sudah disumbangkan oleh Jepang, Swiss, dan Asia Tenggara. Jepang setuju untuk menyumbang genset yang juga diikuti oleh India dan Qatar.

“Di sini ada bebrapa negara yang menyumbang RS lapangan, petugas medis dan peralatannya dari Jepang, Asean, kemudian india. Kecuali itu juga ada yang menyumbang dalam bentuk dana,” paparnya.

Dalam kaitannya dengan penyaluran bantuan, pemerintah berkomitmen untuk mengatur dan mempertanggungjawabkan bantuan-bantuan tersebut supaya dapat digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Tag : Gempa Palu, Gempa Palu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top