Sri Mulyani: Kerugian Bencana di Indonesia Rata-rata Rp22 Triliun per Tahun

Kerugian akibat bencana alam di Indonesia menurut Menkeu Sri Mulyani diperkirakan mencapai Rp22 triliun per tahun.
Mia Chitra Dinisari | 02 Oktober 2018 11:37 WIB
Sri Mulyani - Instagram@smindrawati

Kabar24.com, JAKARTA - Kerugian akibat bencana alam di Indonesia menurut Menkeu Sri Mulyani diperkirakan mencapai Rp22 triliun per tahun.

Kerugian itu belum termasuk kerugian jiwa yang tidak ternilai.

Sri Mulyani menjelaskan alasan tingginya tingkat kerugian akibat bencana itu disebabkan lokasi Indonesia yang terletak di wilayah pertemuan 2 patahan tektonik bumi dan di lingkaran api vulkanik, sehingga memiliki potensi bencana alam gempa dan gunung berapi yang tinggi.

Untuk itu, katanya, Kementerian Keuangan terus menjaga agar kemampuan fiskal dapat dijaga untuk menangani kebutuhan penanganan bencana dari pencegahan, penanganan kedaruratan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi (pembangunan kembali) daerah Terdampak bencana. 

Selain itu, menurutnya manajemen bencana dan pengembangan instrumen pembiayaan sebelum dan pasca bencana perlu terus dikembangkan dan disempurnakan.

"Kami tengah merumuskan perbaikan sistem dan instrumen pembiayaan - belajar dari pengalaman Indonesia sendiri maupun dari negara-negara lain , agar pemerintah dapat secara efektif membantu daerah terkena bencana secara cepat," tulisnya dalam akun instagramnya. 

Kemudian, lanjutnya, pemerintah juga memasukkan inisiatif melakukan asuransi gedung pemerintahan sebagai pilot percobaan di lingkungan Kementrian Keuangan mulai 2019, yang diharapkan akan dapat diperluas untuk keseluruhan Barang Milik Negara.

Sementara itu terkait gempa dan tsunami di Sulteng, 

sekarang fokus untuk membantu Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Kementrian/Lembaga serta Pemerintah Daerah untuk menangani tanggap darurat menyelamatkan sebanyak mungkin korban yang masih terperangkap dan terkena dampak bencana agar mereka selamat dan mendapat pelayanan kesehatan meskipun dalam kondisi terbatas dan darurat.

Kami menggunakan seluruh instansi vertikal Kemenkeu yang sebagian menjadi tempat pengungsian, untuk mendapatkan pasokan makanan dan minuman bagi yang cukup sehingga dapat membantu para pengungsi.

Kementerian Keuangan telah memberikan tambahan anggaran on call untuk Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) untuk menangani masa kedaruratan.

Tag : sri mulyani, Gempa Palu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top