Gempa Donggala, Petugas dan Relawan Bencana Terus Evakuasi Korban Jiwa

Petugas penanggulangan bencana dan jajaran aparat keamanan Kota Palu dan Donggola, Sulawesi Tengah melakukan proses evakuasi dan pertolongan pertama pada korban jiwa pasca gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang kawasan tersebut.
Rayful Mudassir | 28 September 2018 23:59 WIB
Petugas medis mengobati warga yang terluka akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). - ANTARA/BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Petugas penanggulangan bencana dan jajaran aparat keamanan Kota Palu dan Donggola, Sulawesi Tengah melakukan proses evakuasi dan pertolongan pertama pada korban jiwa pasca gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang kawasan tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi setelah bencana terjadi. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan.

Selain itu, Kepala BNPB bersama pejabat BNPB berangkat ke Palu pada malam ini melalui Makassar kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helicopter.

Menurutnya, kondisi tersebut terpaksa dilakukan akibat Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari sekitar pukul 19.26 WITA hingga Sabtu (29/9/2018) pukul 19.20 WITA.

“Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya,” kata Sutopo melalui rilis yang diterima Bisnis, Jumat (28/9/2018).

Sementara itu, TNI akan mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala. TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130.

Basarnas juga akan menggerakan 30 personil beserta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.

“Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala. Gempa susulan masih terus berlangsung,” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat kekuatan gempa mencapai 7,7 skala richter terjadi di Kota Palu dan Donggala tidak lama setelah itu, BMKG mengkonfirmasi menjadi 7,4 skala richter sekitar pukul 17.02 WIB.

Gempa tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi di sekitar Donggala dan Palu. Sejumlah perumahan warga sekitar juga dilaporkan roboh akibat guncangan disertai gelombang hebat itu. Belum diketahui jumlah korban jiwa yang terjadi akibat bencana ini.

Tag : gempa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top