Sandiaga Ajak Indonesia Doakan Korban Gempa Donggala

Kabar duka kembali terdengar dari salah satu wilayah Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 SR melanda Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) petang. Satu orang warga tewas akibat kejadian tersebut.
Jaffry Prabu Prakoso | 28 September 2018 22:57 WIB
Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) dan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdoa, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com. JAKARTA – Kabar duka kembali terdengar dari salah satu wilayah Indonesia. Gempa berkekuatan 7,7 SR melanda Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) petang. Satu orang warga tewas akibat kejadian tersebut.

Bahkan, BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan mengenai munculnya potensi gelombang tsunami di wilayah tersebut walaupun peringatan itu dicabut tak lama kemudian.

Selain merasa berduka dan khawatir, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno tetap berharap masyarakat waspada dengan kejadian semacam ini.

"Stay safe saudara-saudaraku di Donggala," tulis Sandiaga Uno dalam akun Instagramnya sesaat setelah kejadian.

Cawapres yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS ini juga meminta seluruh masyarakat Indonesia mendoakan korban dan masyarakat Donggala yang saat ini masih dalam keadaan berduka.

"Yuk semuanya kita sama-sama berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita di Donggala, Sulawesi Tengah." tambah Sandi.

Gempa yang terjadi tepat pukul 18.02 WITA ini berkedalaman 10 kilometer, berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah.

Sementara itu Kepala BNPB bersama pejabat BNPB berangkat ke Palu pada malam ini melalui Makassar kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helicopter.

Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari pukul 19.26 WITA hingga besok pukul 19.20 WITA. Di sisi lain Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan.

Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helicopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya.

TNI akan mengerahkan pasukan untuk membantu penanganan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Doggala. TNI menggerakan 7 SSK dari Yonkes, Yonzipur, Yonif, dan Yonzikon menggunakan 2 pesawat Hercules C-130.

Basarnas akan menggerakan 30 personil bererta peralatan menggunakan pesawat Hercules. Polri juga akan menggerakkan personil dan peralatan untuk memberikan dukungan penanganan darurat.

Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala. Gempa susulan masih terus berlangsung.

Tag : gempa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top