Begini Penjelasan BMKG Meluruskan Simpang Siurnya Info Tsunami Palu

Saat gempa bumi terjadi, peringatan dini tsunami diaktifkan, namun setelah setelah melakukan pengamatan dan melihat air surut maka peringatan dini diakhiri pada pukul 17.36 WIB.
Muhammad Ridwan | 28 September 2018 21:38 WIB
Tsunami di Pantai Talise, Palu - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa bumi berskala 7,7 Skala Richter menyebabkan tsunami di pesisir pantai Palu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho membenarkan video tsunami yang beredar di media sosial. Tsunami terjadi disekitar Pantai Talise, Palu.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa tsunami yang terjadi setinggi 1,5 m.

Dia menjelaskan saat gempa bumi terjadi, peringatan dini tsunami diaktifkan, namun setelah setelah melakukan pengamatan dan melihat air surut maka peringatan dini diakhiri pada pukul 17.36 WIB.

“Peringatan tsunami itu diakhiri itu setelah tsunami terjadi dan air surut, sop seperti itu,” ujarnya dalam konferensi pers.

“Kami mengakhiri setelah air surut, air laut surut. Air laut yang naik ke darat sampai ke jalan itu menjadi tidak naik lagi, airnya tidak ada lagi, sempat naik 1 meter lebih, air itu hilang itu yang kami maksud, bukan air laut yang surut tapi air laut di darat yang surut,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gempa bumi dengan skala di atas 5 Skala Richter terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah.

Berdasar informasi dari laman Badan Meteorologi Klimatolori dan Geofisika yang dimonitor di Jakarta, Jumat (28/9/2018), gempa terjadi pukul 17:02:44 WIB.

Kekuatan gempa tercatat pada angka 7.7 Skala Richter pada kedalaman   10 Km, berlokasi 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah.

Koordinat lokasi gempa berada pada titik 0.18 Lintang Selatan, 119.85 Bujur Timur.
Gempa besar ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Tag : gempa, Gempa Palu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top