Trump Umumkan Pembicaraan Perdagangan dengan Jepang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membuka pembicaraan perdagangan antara kedua negara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 27 September 2018 09:25 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara kepada Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan G7 hari kedua di La Malbaie, Quebec, Kanada, Sabtu (9/6). - Jesco Denzel via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membuka pembicaraan perdagangan antara kedua negara.

Dalam wawancara dengan wartawan di awal pertemuan dengan Abe di New York, Trump mengatakan dia mengharapkan pembicaraan akan sampai pada akhir yang memuaskan.

"Ini hanya bisa lebih baik bagi Amerika Serikat, karena tidak bisa lebih buruk daripada apa yang telah terjadi selama bertahun-tahun," tambah Trump, seperti dikutip Bloomberg.

Berdasarkan pernyataan bersama kedua negara yang dilansir Bloomberg, AS ingin memperluas akses untuk ekspor mobilnya untuk mendorong lebih banyak produksi dan lapangan kerja di AS. Di bidang pertanian, Jepang tidak akan menawarkan kondisi yang lebih baik daripada yang sudah ada dalam perjanjian perdagangan sebelumnya.

Peningkatan akses ke pasar Jepang dapat membantu para petani AS yang berisiko terkena dampak dari perang tarif perdagangan dengan China.

Selama hampir dua tahun terakhir, Abe menolak dorongan untuk memulai pembicaraan perdagangan bilateral dengan mitra dagang terbesar kedua Jepang tersebut. Tetapi, ancaman tarif impor otomotif Trump memaksanya untuk mempertimbangkan kembali.

 Kedua negara telah sepakat bahwa sanksi pada ekspor otomotif tidak akan diterapkan ketika pembicaraan berlangsung, kata Abe kepada wartawan.

Perdagangan Bilateral

Sementara itu, Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan AS dan Jepang ingin menangani perdagangan bilateral barang selama fase pertama pembicaraan dalam beberapa bulan ke depan. Adapun Fase kedua pembicaraan akan fokus pada kesepakatan yang akan membutuhkan persetujuan kongres.

Abe telah menghabiskan modal politik untuk bernegosiasi dan menyelesaikan perjanjian Trans-Pacific Partnership. Abe juga telah berulang kali mencoba meyakinkan Trump untuk kembali ke TPP, yang memutuskan untuk menarik AS keluar dari perjanjian tersebut di awal masa jabatannya.

Resistensi Perdagangan

Abe mengatakan kepada wartawan pada Rabu malam di AS bahwa sedang mengupayakan hubungan mutualisme dengan AS dan meningkatkan perdagangan dan investasi negeri Paman Sam tersebut.

"Sejak Presiden Trump berkuasa, perusahaan Jepang telah menggelontorkan investasi US$20 miliar di AS, dan akan menghasilkan 37.000 lapangan kerja baru," katanya kepada wartawan.

"Jumlah ini lebih banyak dari negara manapun di dunia dan ini adalah hasil dari bendera perdagangan bebas,” lanjutnya.

AS dan Jepang juga bekerja sama dengan Uni Eropa untuk memerangi kebijakan dan praktik yang tidak berorientasi pasar oleh negara ketiga dan memajukan reformasi di Organisasi Perdagangan Dunia.

Departemen Perdagangan AS memiliki waktu hingga Februari 2019 untuk menentukan apakah impor otomotif mewakili risiko keamanan AS, yang dapat membuat Trump memberlakukan tarif dan kuota impor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, amerika serikat

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top