Ketum Golkar, Airlangga, Bantah Terlibat Proyek PLTU-Riau-1

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto membantah pemberitaan sebuah kelompok media nasional yang dinilainya telah memojokkan dirinya terkait kasus proyek PLTU- Riau-1.
John Andhi Oktaveri | 26 September 2018 16:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pengarahan pada Rapat Konsultasi Partai Golkar di Jakarta, Senin (19/2). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto membantah pemberitaan sebuah kelompok media nasional yang dinilainya telah memojokkan dirinya terkait kasus proyek PLTU- Riau-1.

“Saya tidak pernah sekalipun terlibat Proyek PLTU Riau-1 yang menjadi pokok berita dan opini Majalah Tempo dan Koran Tempo,” ujar Airlangga dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (26/9/2018).

Dia mengatakan bahwa beberapa hari belakangan Majalah Tempo dan Koran Tempo telah menyebarkan berita dan opini yang menyudutkan dirinya dan seorang fungsionaris partai, Melchias Markus Mekeng, serta Partai Golkar.

Menurutnya, pendanaan Partai Golkar telah terprogram dan dirnya tidak pernah memerintahkan atau meminta kader Golkar atau siapapun untuk mencari dana yang tidak benar.

Airlangga juga memastikan Partai Golkar tidak mencari dana dengan melanggar hukum untuk kepentingan ataupun kegiatan partai.

Pada bagian lain dia mengatakan bahwa rotasi kepemimpinan Fraksi Golkar di DPR RI terjadi secara rutin. Rotasi, ujarnya, dilakukan dengan menggunakan sistem meritrokrasi dengan mempertimbangkan keterwakilan gender perempuan.

“Ini juga terjadi di hampir seluruh komisi dan alat kelengkapan DPR lainnya. Termasuk di Komisi VII di mana saudari Eni Saragih terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR,” ujarnya.

Sedangkan terkait dirinya yang disebut pemberitaan itu melakukan pertemuan dengan para tersangka dalam kasus tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa beberapa hari setelah Idrus Marham dilantik menjadi Menteri Sosial, dia datang bersilaturahmi ke rumahnya. Akan tetapi pertemuan itu tanpa sepengetahuan atau persetujuan Airlangga sebelumnya.

“Saudara Idrus Marham ternyata ditemani oleh Johannes Kotjo dan Eni Saragih,” ujarnya.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut tak ada pembicaraan yang keluar dari kepantasan pembicaraan antara pimpinan Golkar dan fungsionaris Golkar (Melchias Mekeng, Idrus Marham, dan Eni Saragih), katanya.

“Jadi, tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, ataupun saham perusahaan apapun dengan saya. Bahwa sejak saya terpilih menjadi Ketum Golkar, saya selalu berusaha mendorong kekuatan politik yang besar ini menjadi sebuah organisasi yang bersih dan disegani,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk, partai golkar

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top