SBY ‘Walk Out’, Komisioner Bawaslu Sebut Ada Indikasi Pelanggaran Deklarasi Damai Pemilu 2019

Komisoner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengatakan Bawaslu DKI Jakarta menemukan ada dugaan indikasi pelanggaran dalam deklarasi damai Pemilu 2019 yang digelar di Monas pada Minggu (23/9/2018).
JIBI | 25 September 2018 13:33 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu menggagas tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab". - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Komisoner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengatakan Bawaslu DKI Jakarta menemukan ada dugaan indikasi pelanggaran dalam deklarasi damai Pemilu 2019 yang digelar di Monas pada Minggu (23/9/2018).

Deklarasi damai ini menjadi sorotan karena Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono protes dengan ulah pendukung Jokowi. Karena kecewa, SBY walk out dari acara tersebut.

Bagja mengatakan Bawaslu DKI memilik waktu tujuh hari untuk menindaklanjuti temuan awal tersebut. Jika ada indikasi pelanggaran, kata Bagja, maka dapat diregistrasi menjadi perkara. Perkara ini kemudian akan disidangkan ajudikasi atau rekomendasi.

"Kalau sidang lebih terbuka. Kami bisa lihat apa salah KPU," kata Bagja, Senin (24/9/2018).

Bagja menilai, keputusan SBY walk out disebabkan alat peraga kampanye yang dibawa saat deklarasi kampanye damai.

Menurut dia, ada ketidakprofesionalan penyelenggara dalam pengelolaan acara sehingga alat peraga kampanye dapat masuk.

"Bukan pasangan A yang bermasalah, padahal penyelenggara yang bermasalah. Jangan sampai ini dituduhkan ke pasangan A, itu yang harus diklarifikasi," kata dia.

Selain itu, Bagja berpendapat kejadian ini juga tak terkait aksi provokasi dari salah satu pendukung pasangan calon. Menurut dia, yel-yel yang diteriakan salah satu pendukung tak masuk ranah provokasi.

Sebelumnya, SBY memprotes dan memilih meninggalkan acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019, Minggu (23/9/2018).

Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, SBY merasa tidak nyaman saat acara berlangsung karena relawan pendukung Jokowi sempat meneriaki rombongan.

“Ketika kami melintas, rombongan pendukung Pak Jokowi meneriaki rombongan Pak SBY secara tidak patut, dan kami anggap itu perlakuan yang tidak sewajarnya,” kata Ferdinand menjelaskan alasan SBY walk out.

Sumber : Tempo

Tag : sby, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top