Tim Jokowi-Ma'ruf: Politisasi Protes Kampanye Damai Tak Bijak

Tidak bijak juga kalau isu ini kemudian menimpakan kesalahan kepada seakan akan membangun persepsi publik kubu Jokowi tidak fair
Muhammad Ridwan | 24 September 2018 11:53 WIB
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Maaruf Amin berjalan bersama pada acara Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA supaya tercipta suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menilai tanggapan yang menyalahkan kubunya saat acara kampanye damai tersebut tidak bijak.

Pasalnya, saat berlangsungnya acara kampanye damai di Monas, Minggu (23/9/2018), sudah sesuai aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

“Bahwa memang di lokasi deklarasi damai itu tidak ada atribut partai. Yang ada di luar lokasi kampanye damai itu itu pun spontanitas dukungan dan semangat dari paslon, termasuk dari paslon Jokowi-Ma’ruf,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/9/2018).

“Kampanye damai ini kan sudah dimulai sejak kemarin, dan boleh-boleh saja sepanjang itu di luar lokasi yang ditentukan KPU, jadi boleh saja partai pendukung atau relawan boleh membawa atribut atau apa saja sepanjang itu tidak bertentangan dengan peraturan yang ada, sehingga menurut saya tidak bijak juga kalau isu ini kemudian menimpakan kesalahan kepada seakan akan membangun persepsi publik kubu Jokowi tidak fair,” sambungnya.

Selain itu, teriakan dari relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf saat itu hanyalah yel-yel untuk dukungan, tidak ada teriakan yang mengusik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teriakan semangat itu hanya teriakan soal ‘Jokowi lagi Jokowi lagi’ sama sekali tidak menyangkut pribadi atau kelemahan-kelemahan dari Pak SBY. Itu yang saya pahami, sehingga menurut saya tidak ada masalah,” jelasnya

Berbeda dengan yang diungkapkan mantan Presiden SBY, Karding justru menikmati jalannya acara, Ia merasakan keceriaan dan kemeriahan acara kampanye damai.

“Saya ikuti sampai selesai kita sepanjang jalan yel-yel bergembira bersuka cita dan masyarakat begitu senangnya, menurut saya fun-fun saja kemarin. Saya justru sangat menikmati acara kemarin itu,” ungkapnya.

Protes Demokrat

Partai Demokrat protes keras kepada Komisi Pemilihan Umum karena banyak kesepakatan dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang dilanggar, misalnya ada atribut partai politik dalam acara tersebut.

"Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono protes keras terhadap KPU dalam acara deklarasi kampanye damai. Tadi SBY hadir namun sekitar 5 menit mengikuti konvoi, beliau turun dan 'walkout' karena banyak aturan yang dilanggar," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu.

Awalnya, lanjut dia, kesepakatan peserta Deklarasi Kampanye Damai hanya menggunakan pakaian adat dan tidak membawa atribut partai karena agar tidak terkesan kampanye.

Namun, menurut dia, pada kenyataannya dalam acara tersebut banyak atribut parpol namun tidak dilarang KPU.

Hinca menjelaskan sejak awal kesepakatannya adalah hanya menggunakan pakaian adat sehingga pihaknya tidak membawa atribut parpol, kecuali yang disediakan KPU dan partainya memegang komitmen tersebut.

Menurut dia, acara tersebut dipenuhi atribut parpol yang tidak disediakan KPU sehingga hal itu melanggar kesepakatan awal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Sumber : Bisnis & Newswire
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top