2019, 4.000 Sekolah Terpencil Dijanjikan Tersambung Internet

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 4.000 sekolah telah memiliki jaringan internet untuk kegiatan belajar mengajar pada 2019.
Oktaviano DB Hana | 23 September 2018 20:19 WIB
Ilustrasi - Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) - Antara
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 4.000 sekolah telah memiliki jaringan internet untuk kegiatan belajar mengajar pada 2019.

Target itu juga diarahkan bagi sekolah di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pada 2015--2018 jumlah sekolah yang telah menerima bantuan akses internet melalui program universal service obligation (USO) mencapai 1.472 sekolah. Program itu merupakan kerja sama antara Kemendikbud dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun, jelasnya, jumlah itu masih jauh dari cukup. “Pada 2019 pemerintah menargetkan sebanyak 4.000 sekolah telah terpapar jaringan internet untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah,“ ujarnya dalam keterangan resmi, yang dikutip Minggu (23/9/2018).

Kemendikbud pun melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) memberikan bantuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada sekolah di daerah 3T.

Pendistribusian bantuan perangkat TIK tahun 2018 diselenggarakan di 10 region, yakni Jakarta, Medan, Mataram, Kupang, Pontianak, Makassar, Ambon, Ternate, Manokwari, dan Jayapura.

Untuk region Jakarta, Kemendikbud menyerahkan bantuan kepada 82 sekolah 3T dari target 518 sekolah pada 2018. Sekolah penerima bantuan tersebut, sebelumnya telah menerima bantuan internet melalui program USO.

Muhadjir menjelaskan kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Nawacita yang dicanangkan pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo. Nawacita ke-3 berisi tentang rencana pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dalam semua sektor, termasuk pendidikan.

“Kemendikbud bertekad akan membangun pendidikan di sekolah daerah 3T melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis daring, pemberian perangkat TIK, dan memberikan pelatihan bagi guru yang mengajar di daerah tersebut,” ungkapnya.

 Muhadjir berharap sekolah-sekolah yang menerima bantuan perangkat TIK dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, termasuk untuk mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Guru tidak boleh berhenti untuk belajar, harus terus menerus belajar. Kalau tidak bisa nanti disalip oleh anak didik kita yang sekarang keingintahuan peserta didik semakin tinggi sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar perangkat yang diberikan ini dapat digunakan dengan optimal. Dengan begitu, sambung dia, pemerataan pendidikan yang berkualitas dapat terwujud.

“Daerah perkotaan, daerah pedesaan, daerah yang tersulit di Indonesia, harapan kita kualitasnya tidak ada bedanya. Jadi semuanya membanggakan,” ungkapnya.

Tag : internet, kemendikbud, sekolah
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top