Mantan Pengacara Turmp Selidiki Kolusi Rusia untuk Menangkan Trump di Pilpres AS 2016

Mantan pengacara pribadi dan orang kepercayaan Presiden Donald Trump, Michael Cohen terus melakukan penyelidikan terkait kasus kolusi Rusia untuk memenangkan Trump dalam pilpres Amerika Serikat pada 2016.
John Andhi Oktaveri | 21 September 2018 10:34 WIB
Michael Cohen - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan pengacara pribadi dan orang kepercayaan Presiden Donald Trump, Michael Cohen terus melakukan penyelidikan terkait kasus kolusi Rusia untuk memenangkan Trump dalam pilpres Amerika Serikat pada 2016. 

Selama sebulan terakhir, Cohen telah menghabiskan berjam-jam wawancara dengan penyelidik Penasihat Khusus Robert Mueller sebagaimana dikutip CNN.com, Jumat (21/9/2018)

Pengacara dan pengusaha New York berusia 52 tahun itu dilaporkan telah melakukan beberapa sesi wawancara yang berlangsung selama berjam-jam selama sebulan terakhir dengan tim Mueller sebagaimana dilaporkan kantor berita ABC. Akan tetapi, pengacara Cohen, Lanny Davis menolak mengomentari laporan ABC, menurut seorang asistennya. 

Hanya saja setelah pengakuan bersalah Cohen, Davis mengatakan kliennya telah memutuskan "untuk menempatkan keluarga dan negaranya terlebih dahulu dan mengatakan kebenaran tentang Donald Trump."

Cohen mulai bisa diajak bekerjasama terkait penyelidikan kolusi itu, terutama setelah pengadilan memberikan putusan bersalah pada Cohen, 21 Agustus lalu. Cohen didakwa oleh pengadilan New York terkait penipuan bank dan pelanggaran dana kampanye. 

Cohen mengaku bersalah atas tuduhan suap terhadap dua wanita yang mengaku memiliki hubungan dengan Trump. Uang suap itu menggunakan dana kampanye Trump sesaat sebelum pemungutan suara November 2016.

Cohen memang tidak menyatakan komitmen untuk bekerja sama ketika dia mengaku bersalah, tetapi jelas bahwa kerja sama bisa membantunya mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

Laporan itu kemungkinan berita buruk bagi Trump, karena penyelidikan kolusi Rusia yang dilakukan Mueller semakin mendekati Gedung Putih.

Satu minggu yang lalu, mantan ketua kampanye Trump, Paul Manafort, juga setuju untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Persetujuan ini diajukan melalui kesepakatan pembelaan dengan Mueller. 

Mueller sendiri tengah melakukan penyelidikan terkait apakah kampanye pemilihan Trump pada 2016  berkolusi dengan Rusia dalam usaha untuk mengalahkan lawannya, Hillary Clinton. Muller juga menyelidiki apakah Trump tengah berusaha menghalangi penyelidikan ini secara ilegal.

Tetapi investigasi ini meluas hingga ke urusan bisnis Trump yang terjadi satu dekade lalu. Saat itu Cohen menempati posisi sebagai eksekutif senior dalam bisnis real estat Trump Organization, di New York.

Tag : Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top