Model Rusia dan Suaminya Diracun, Presiden Putin Dituding Terlibat

Model paruh waktu asal Rusia, Anna Shapiro mengungkapkan ke media Inggris bahwa dirinya dan suaminya telah menjadi sasaran pembunuhan dengan menggunakan racun yang dikirim oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat keduanya sedang makan di satu restoran di Salisburry, Inggris.
JIBI | 20 September 2018 13:45 WIB
Model paruh waktu asal Rusia, Anna Shapiro - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Model paruh waktu asal Rusia, Anna Shapiro mengungkapkan ke media Inggris bahwa dirinya dan suaminya telah menjadi sasaran pembunuhan dengan menggunakan racun yang diduga dikirim oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat keduanya sedang makan di satu restoran di Salisburry, Inggris.

“Saya menjadi sasaran oleh kaki tangan Putin. Mereka ingin saya mati karena menentang Putin, di mana saya telah menanggalkan kewarganegaraan, Rusia mampu melakukan apa saja,” kata Shapiro, 30 tahun, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (19/9/2018).

Model yang kini jadi warga Israel itu menjelaskan pertama kali ke media Inggris, The Sun bahwa  dirinya dan suaminya, Alex King, 42 tahun, menikmati makan malam di restoran Prezzo di Salisbury pada Minggu (16/9/2018) malam lalu.

"Saat tiba saya memesan pizza Florentine dan Alex pesan ikan, sayuran dan kentang mini. Kami juga pesan dua gelas anggur putih," ujarnya.

Hanya beberapa saat setelah selesai makan, suaminya merasa sakit dan pergi ke toilet. Beberapa saat kemudian, suaminya pergi ke toilet dan pria berusia 42 tahun itu ambruk di toilet restoran dengan mulut berbusa.

Dilarikan ke Rumah Sakit

Suaminya dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans ke rumah sakit distrik Salisbury. King masih dalam proses perawatan.

Model paruh waktu tersebut juga merasa sakit dan ambruk. Bersama pelayan restoran, ia juga dilarikan ke rumah sakit tempat suaminya dirawat. Pasangan ini dibawa ke rumah sakit secara terpisah. 

Situs The Sun yang memberitakan tentang Saphiro tidak dapat diakses pada hari Kamis (20/9/2018) siang. 

Saphiro, anak seorang jenderal angkatan darat Rusia mengatakan dirinya menjadi target kaki tangan Putin karena menduga dirinya agen mata-mata Inggris.

"Saya dijadikan target oleh orang-orang Putin. Mereka ingin saya mati karena saya menentang Putin. Rusia dapat melakukan apa saja," kata Saphiro.

Kasus Agen Ganda

Peristiwa model Rusia dan suaminya terkena racun di Salisbury mengingatkan kembali pada kasus agen ganda Sergei Skripal dan anak perempuannya, Yulia yang diserang racun saraf Novichok di Salisbury.

Keduanya ditemukan sekarat tergeletak di sebuah bangku di luar pusat perbelanjaan di Salisbury, padaMinggu (/3/2018) petang, waktu setempat.   

Mengenai pasangan suami istri yang terkena racun, polisi Wiltshire tidak menghubungkan kasus ini dengan keracunan yang dlalami Skripal dan seorang perempuan Inggris  tewas diracun di Amesbury.

“Diduga mereka keracunan dari racun tikus, dan tidak ada keterkaitannya dengan segala jenis agen saraf Novichok," ujar polisi. 

Polisi telah menutup restoran Italia tempat model Rusia dan suaminya terkena racun. Para petugas berpakaian bio-hazard telah melakukan penyelidikan. 

 

 

Sumber : Tempo

Tag : rusia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top