PBB Siap Fasilitasi Denuklirisasi & Perdamaian Korut-Korsel

Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan siap memfasilitasi inisiatif penyelesaian nuklir dan perdamaian Korea Utara (Korut) dengan Korea Selatan (Korsel).
John Andhi Oktaveri | 20 September 2018 10:19 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan pernyataan bersama kedua negara di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (19/9). - Pyeongyang Press Corps via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan siap memfasilitasi inisiatif penyelesaian nuklir dan perdamaian Korea Utara (Korut) dengan Korea Selatan (Korsel). 

Pernyataan itu disampaikannya usai pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melakukan pertemuan dan kesepakatan pembicaraan di Pyongyang, Korut. 

Dalam pernyataannya, Guterres menyebut PBB siap untuk "membantu lebih lanjut kedua pihak dengan cara yang mereka anggap tepat," seperti diungkap kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam pernyataan resmi sebagaimana dikutip CNN.com, Kamis (20/9/2018). 

Guterres juga menyambut hasil pertemuan puncak antara para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan itu. Dia menyatakan bahwa tindak lanjut dari pertemuan itu perlu segera diwujudkan dalam tindakan nyata. 

Sebelumnya, Moon melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara. Dalam kunjungannya itu, Presiden Korut Kim Jong Un menyatakan persetujuannya untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan. 

Dia juga sepakat untuk menutup situs pengetesan misil di depan inspektor internasional dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Pyongyang.

Dalam kesepakatan kedua negara, Korut juga mengatakan akan menutup permanen tempat pengujian mesin rudal dan fasilitas peluncuran di Tongchang-ri "di hadapan para ahli dari negara-negara yang relevan".

Moon juga mengimbau agar kedua Korea kembali bersatu dan mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin. Semakin baiknya hubungan kedua negara ditandai dengan itikad baik membuat fasilitas untuk mempertemukan keluarga yang terpisah di kedua negara kapan saja. Selain itu mereka akan bekerjasama membangun jaringan jalan dan kereta api untuk Olimpiade pada 2032.

Tag : korea utara, korea selatan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top