Kemenperin Dukung Sub Unit Pertekstilan Majalaya

Kemnperin mendukung berdirinya sub unit pertekstilan Majalaya sebagai bentuk layanan bagi industri kecil.
Wisnu Wage Pamungkas | 18 September 2018 17:50 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Kemnperin mendukung berdirinya sub unit pertekstilan Majalaya sebagai bentuk layanan bagi industri kecil.

Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Sub Unit Pengembangan Industri Pertekstilan di Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (18/9/2018) siang.

Dalam kunjungannya Airlangga didampingi Sekda Jabar Iwa Karniwa dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan  Jabar M Arifin serta tokoh pengusaha Lilly Asudiredja.

Iwa menuturkan Sub Unit Pertekstilan yang berada di bawah Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat tersebut, mempunyai beberapa mesin yang membantu Industri Kecil Menengah di sekitara Solokanjeruk dan Majalaya.

Menurutnya Sub Unit Pertekstilan di daerah tersebut merupakan pembinaan dan pelayanan kepada IKM di sekitar Majalaya dan Solokanjeruk yang selama ini terkenal akan industri tektil."Ada beberapa mesin yang bisa digunakan oleh IKM. Sebagai maklun bagi IKM yang tidak mempunyai mesin," tutur Iwa.

Sebagai bentuk kemudahan IKM hanya tinggal membeli bahan baku dan membawanya ke Sub Unit pertekstilan untuk dirajut menjadi kain.

"Prinsipnya kami akan secara baik melayani IKM jika membutuhkan proses produksi. Biaya produksinya lebih murah jika dibandingkan dengan maklun di swasta, karena di sini ada subsidi langsung dari Pemprov Jabar," katanya.

Dengan demikian, Iwa menyebut jika keberadaan sub Unit pertekstilan tersebut bisa membantu IKM menyelesaikan masalah biaya produksi, yang mana saat ini sedang dibebani dengan tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang membuat harga bahan baku naik.

"Karena nilai tukar rupiah sedang anjlok, harga bahan baku kain menjadi tinggi. Nah, ini bisa menjadi solusi dalam biaya produksi, karena retribusi yang dikenakan tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Di tempat yang sama Airlangga menyebut jika keberadaan Sub Unit Pertekstilan tersebut merupakan bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat.

"Ini bagian dari publik service terutama untuk IKM, tentu kami lihat utilitasnya lebih baik dan sangat membantu masyarakat," tutur Airlangga.

Dia mengakui pelemahan Rupiah akhir-akhir ini berpengaruh pada melonjaknya harga kapas, polyester dan rayon. Di satu sisi, pemerintah tidak bisa mengintervensi soal harga impor karena ini ditentukan oleh nilai tukar.

Airlangga berharap ke depan dengan rencana produksi rayon di dalam negeri bisa membuat kebutuhan bahan baku impor tergantikan produk lokal.

Tag : kemenperin, industri tekstil
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top