Pasangan Capres Berebut Dukungan Ulama

Setelah Majelis Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKP3I) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres/cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, hari ini,Minggu (16/9/2018), giliran Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandiada Uno.
John Andhi Oktaveri | 16 September 2018 17:58 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto menyaksikan final Pencak Silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018). - Biro Pers Setpres/Laily Rachev

Bisnis,com, JAKARTA - Setelah Majelis Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKP3I) mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres/cawapres  Jokowi-Ma’ruf Amin, hari ini,Minggu (16/9/2018), giliran Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ulama memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandiada Uno.

 Kalau MSKP3I menyatakan bahwa pada Pilpres 2019 wajib hukumnya para ulama mendukung calon dari kalangan ulama, GNPF menyatakan setiap ulama sangat wajar mempunyai pilihan yang berbeda dalam Pilpres 2019. 

Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, mengatakan bahwa seharusnya tidak ada pihak yang mengangkat cawapres dari kalangan ulama, karena ada kekhawatiran suara umat Islam terbelah.

"Itu adalah pilihan, dan Insya Allah ulama akan menentukan pilihannya masing-masing," kata Yusuf, Minggu (16/9/2018).

Kendati demikian, Yusuf juga yakin suara ulama dalam acara Ijtimak Ulama II akan lebih banyak mengalir ke pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. 

"Baik ulama yang akan mendorong atau mendukung pasangan Bapak Jokowi dan Bapak Kiai Maruf Amin dan pasti ulama mendukung Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Salahuddin Uno. Insya Allah dukungan akan lebih besar ke Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno," katanya.

MSKP3I melalui pengasuh pondok pesantren Asshiddiqiyah KH. Noer Muhammad Iskandar SQ mengatakan para kyai dan pengasuh pesantren se-Indonesia bersepakat untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang ada unsur ulama, yakni pasangan Jokowi-KH Maruf Amin.

"Dengan Mohon Ridho Allah, para Kyai mendukung KH Maruf Amin untuk menjadi wakil presiden Republik Indonesia," kata KH Noer Muhammad Iskandar SQ.

Dia menyatakan para kyai  merasa bangga ada kalangan mereka yang akan menjadi pemimpin nasional. Di sampng itu, mendukung dan memerjuangkan kyai atau ulama untuk menjadi pimpinan nasional merupakan bagian dari dakwah.

“Dengan kyai yang menjadi pimpinan nasional maka kyai Ma-ruf pasti tahu apa yang diperlukan para kyai atau para ulama dalam berjuang memperbaiki aqidah umat dan bangsa,” ujarnya.

Iskanar juga menyatakan bahwa dengan kyai Ma'ruf sebagai wakil presiden maka para kyai dan para ulama akan tenang dan nyaman berdakwah karena pimpinannya adalah kyai.

 

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top