Kader Demokrat Dukung Jokowi, Kurang Kasih Sayang dari SBY Kata Ruhut

Mantan politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan kader-kader Partai Demokrat di daerah yang mendukung Jokowi - Ma’ruf pada Pemilu 2019 bukan fenomena dua kaki.
JIBI | 12 September 2018 13:12 WIB
Ruhut Sitompul/JIBI/BISNIS - Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan kader-kader Partai Demokrat di daerah yang mendukung Jokowi - Ma’ruf pada Pemilu 2019 bukan fenomena dua kaki.

“Saya enggak sepakat Demokrat disebut dua kaki, tapi setengah hati,” kata Ruhut saat dihubungi pada Selasa (11/9/2018) malam.

Ruhut mengatakan dukungan Partai Demokrat untuk kubu calon pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno tidak total. Hal itu, kata dia, tecermin dari sikap Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan yang gamang menentukan sikap.

“Hinca jelas-jelas mengatakan ‘kalau kami memenangkan calon presiden, tapi enggak dapat legislatif, gimana?’” ujar Luhut. 

Soal politik dua kaki dalam Pemilu 2019 ini telah dijelaskan oleh Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief. Partainya dikatakan bakal membagi kekuatan untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang waktunya berbarengan.

 Hal ini dilakukan supaya Demokrat tetap unggul dalam pemungutan suara legislatif, sekaligus dapat memenangkan capres-cawapres yang diusung partai koalisinya.

Dalam kondisi demikian, Ruhut mengatakan Demokrat dalam posisi bimbang, sehingga mereka akan lebih mengutamakan kepentingan legislatif. Itulah yang menyebabkan para elite politik di partai ampuan Susilo Bambang Yudhoyono ini ramai merumuskan formula untuk membahas kader-kadernya di daerah yang merapatkan dukungan ke kubu oposisi.

Tetap Unggul

Istilah politik dua kaki, kata Ruhut, bisa disematkan kalau Demokrat terang-terangan menyatakan dukungannya untuk Prabowo - Sandiaga dan Jokowi - Ma’ruf Amin. 

Soal para kader Demokrat di daerah yang mendukung Jokowi - Ma’ruf, Ruhut mengatakan mereka kurang memperoleh kasih sayang dari SBY. Para kader di daerah selama ini kurang diperhatikan oleh tokoh sentral itu.

Ruhut menyayangkan hal ini terjadi lantaran ia tumbuh di partai yang sama. 

Kondisi seperti ini akan merugikan Partai Demokrat. Apalagi, ujar Ruhut, sudah ada protes dari partai koalisi, seperti PAN dan PKS. Demokrat disarankan segera berkonsolidasi.  

Ruhut mengatakan SBY semestinya menegur para kadernya bila ogah disebut setengah hati.

 “Ya saya sih senang-senang saja kalau hampir semua caleg Demokrat itu mendukung Pak Jokowi,” ujar Ruhut.

 

Sumber : Tempo

Tag : Pilpres 2019, partai demokrat
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top