Gerindra Tak Persoalkan Dukungan Setengah Hati Demokrat

Koalisi partai pendukung pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak punya cukup waktu untuk membahas dispensasi yang diberikan Partai Demokrat atas kadernya dengan mengalihkan dukungan kepada pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf.
John Andhi Oktaveri | 10 September 2018 18:54 WIB
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon (tengah) berjalan usai mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, Jakarta. Kamis (9/8). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan singkat. - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Koalisi partai pendukung pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak punya cukup waktu untuk membahas dispensasi yang diberikan Partai Demokrat atas kadernya dengan mengalihkan dukungan kepada pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf.

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa dukungan kader Parati Demokrat di daerah kepada Jokowi-Ma’ruf Amin itu bukan masalah besar. Pasalnya, pro dan kontra di internal partai biasa terjadi.

“Parpol koalisi Prabowo-Sandiaga pun tidak akan membahas masalah itu,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018).

Fadli yakin, hal itu hanya masalah konsolidasi di internal Partai Demokrat yang pada saatnya nanti tetap akan bersama-sama dengan Prabowo.

Dia mengatakan masing-masing parpol memiliki mekanisme sendiri untuk menghasilkan sebuah keputusan. Setiap keputusan yang dibuat pada tingkat pusat, katanya, pada akhirnya akan diikuti oleh pimpinan partai di daerah karena hal itu bersifat mengikat.

Sementara itu, pengamat poilitik yang juga Direktur Esekutif Indobarometer Muhamad Qodari menduga dispensasi kepada kader Demokrat diberikan karena Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih yakin pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang akan memenangkan Pilpres 2019 ketimbang Prabowo-Sandi.

"Saya kira Pak SBY dan Demokrat melihat bahwa Jokowi- Ma'ruf Amin di atas angin," kata Qodari. Qodari mencontohkan Gubernur Papua Lukas Enembe yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, langkah Lukas cukup rasional. Sebab, tuturnya, sejak era Reformasi Jokowi merupakan presiden yang paling rajin ke Papua. 

"Belum lagi ada kebijakan seperti BBM satu harga, infrastruktur dan lain-lain," katanya. Begitu pula di Jawa Timur, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo menyebutkan bahwa alasan mendukung Jokowi, karena mayoritas kader di daerahnya lebih menginginkan Jokowi dibanding Prabowo.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top