Rusia Mata-matai Satelit Pertahanan Prancis di Ruang Angkasa 

Menteri pertahanan Prancis menuduh Rusia melakukan tindakan spionase di angkasa luar dengan memata-matai satelit milik negara tersebut.
John Andhi Oktaveri | 09 September 2018 14:45 WIB
Ilustrasi satelit Jason-3 - NASA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri pertahanan Prancis menuduh Rusia melakukan tindakan spionase di angkasa luar dengan memata-matai satelit milik negara tersebut.

Menurut Menhan Florence Parly, tahun lalu satelit mata-mata Rusia Luch-Olymp menghampiri Athena-Fidus, sebuah satelit milik Prancis dan Italia. Satelit itu kemudian mencoba menyadap transmisi satelit milik Prancis.

"Yang seperti itu disebut tindakan spionase," kata Florence Parly sebagaimana dikutip BBC.com, Minggu (9/9/2018). 

Prancis menyatakan pihaknya telah mengambil langkah untuk memastikan agar komunikasi satelit itu aman.

Satelit Athena-Fidus digunakan antara lain oleh pasukan Prancis dan Italia untuk saling bertukar bahan intelijen rahasia.

Kasus itu ternyata bukan pertama kali terjadi. Amerika Serikat mengatakan bahwa pada 2015 satelit Rusia yang sama pernah mendekati dua satelit Intelsat AS.

Disebutkan bahwa saat itu komando luar angkasa AS menghubungi Rusia untuk mempermasalahkan tentang manuver ganjil dari satelit Luch. 

Menurut Menhan Prancis Florence Parly, Prancis masih terus memantau Luch-Olymp "dan kami mencatat bahwa (satelit) itu terus bergerak aktif mendekati sasaran-sasaran lain pada bulan-bulan berikutnya".

Satelit Rusia yang dipermasalahkan Prancis tersebut sejenis dengan yang mendekati satelit Amerika Serikat pada tahun 2015, tetapi mungkin bukan satelit yang sama.

Parly mengungkapkan hal itu di Cnes, pusat penelitian ruang angkasa Perancis di Toulouse. Athena-Fidus dibangun oleh Thales Alenia Space, sebuah perusahaan patungan Prancis-Italia.

Sebuah kelompok kerja Perancis sekarang sedang mengembangkan strategi baru untuk pertahanan ruang angkasa mereka. 

Tag : rusia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top