KPK Imbau Hindari Caleg Ujug-ujug Bermodal Uang, Tanpa Kaderisasi

Wakil Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif berpendapat seseorang tidak boleh ujug-ujug mengikuti partai politik dan langsung dicalonkan sebagai anggota legislatif karena faktor uang.
Rahmad Fauzan | 01 September 2018 23:54 WIB
Gedung KPK. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif berpendapat seseorang tidak boleh ujug-ujug mengikuti partai politik dan langsung dicalonkan sebagai anggota legislatif karena faktor uang.

Menurut Syarif, di dalam kaderisasi seorang calon anggota legislatif harus benar-benar dilatih. “Orang dari bawah tidak boleh ujug-ujug ikutan partai politik karena banyak uang dan langsung diusung jadi calon legislatif,” papar Laode di Pulau Ayer di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (1/9/2018).

Kaderisasi merupakan satu dari tiga hal yang menjadi sorotan KPK dalam kajian yang lembaga tersebut lakukan terkait dengan partai politik.

Hal berikutnya adalah sistem transparansi keuangan partai politik di mana para kader dilatih untuk dapat mengelola keuangan partai. “Supaya mereka (kader) mengelola keuangan partai itu dengan profesional, akuntabel, dan transparan.”

Selain kaderisasi dan transparansi keuangan, hal yang menjadi sorotan KPK dari partai politik adalah perihal penegakan etik.

Syarif mengatakan apabila seorang kader melakukan perbuatan yang bertentangan dengan etik, sudah seharusnya yang bersangkutan mendapatkan hukuman. “Apalagi kalau sudah melakukan tindakan kriminal dan diputus berdasarkan putusan pengadilan.”

Namun, persoalan tersebut menurut KPK harus dikembalikan partai politik, meskipun untuk caleg yang  bermasalah dengan hukum, terutama karena kasus korupsi, tidak akan mendapat rekomendasi. “Itu hanya imbauan, KPK tidak punya kewenangan untuk memaksakan keinginan.”

Tag : kpk
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top