Bawaslu Hentikan Dugaan Mahar Politik Sandiaga, Andi Arief: Pengecut!

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menilai Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu pengecut dan pemalas, karena tidak mau berusaha keras membuktikan dugaan mahar politik Sandiaga Uno.
Jaffry Prabu Prakoso | 31 Agustus 2018 13:25 WIB
Andi Arief - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menilai Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu pengecut dan pemalas, karena tidak mau berusaha keras membuktikan dugaan mahar politik Sandiaga Uno. 

 “Kalau hanya ingin menjadikan kasus ini jalan dengan keterangan saya, harusnya dengan ke Lampung. Komisioner bisa mendapatkannya seperti yang sudah saya tawarkan,” katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (31/8/2018).

Andi mengatakan bahwa zaman sudah canggih, sehingga permasalahan jarak bisa dipecahkan menggunakan teknologi. 

Dia mengaku tidak bisa memenuhi panggilan Bawaslu di Jakarta, karena harus menemani orang tuanya yang sedang sakit di Lampung.

Karena tidak bisa hadir, Andi menawarkan untuk memberikan keterangan sebagai saksi di Bawaslu Lampung. Jika itu tidak mungkin, masih ada panggilan melalui video atau opsi terakhir menuliskan pernyataan melalui surat yang ditandatangani Andi.

Akan tetapi Bawaslu menolak, karena kukuh pemeriksaan harus di Jakarta. Sementara kalau menggunakan sambungan video ditakutkan terganggu koneksi. 

Sampai akhirnya Bawaslu telah memutuskan dugaan mahar politik Rp1 triliun yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga. Hasilnya, laporan tidak bisa lanjut ke proses selanjutnya, karena minim bukti.

 

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top