Menurut Jokowi, Ini Rahasia Sukses Indonesia di Asian Games 2018

Presiden Joko Widodo mensyukuri perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2018 yang telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan.
Amanda Kusumawardhani | 29 Agustus 2018 16:16 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) membawa obor Asian Games XVIII saat prosesi kirab di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8). Sabtu 18 Agustus 2018 api obor akan dibawa estafet menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menandai dimulainya perhelatan Asian Games XVIII. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mensyukuri perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2018 yang telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan.

Selain karena perjuangan dan kerja keras para atlet dan pelatih, menurut Jokowi,  hal tersebut juga merupakan buah dari penyederhanaan birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Harus kita syukuri, alhamdulillah bahwa target 16 besar yang pertama sudah dilampaui. Ini saya kira perjuangan panjang para atlet dan pelatih baik try out-try out di luar yang jangka waktunya saya lihat tidak sebulan-dua bulan. Ada yang empat dan enam bulan. Ikut kompetisi-kompetisi di luar saya kira juga membantu sekali," kata Presiden dikutip dari keterangan resminya, Rabu (28/8/2018).

Sementara di tingkat manajemen, Presiden mengatakan bahwa penyederhanaan birokrasi keuangan membuat anggaran dapat sampai dengan tepat ke cabang-cabang olahraga dan para atlet, sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan baik. Imbasnya, semangat para atlet untuk berlatih kian meningkat.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden menyampaikan bahwa tata kelola pembinaan atlet sekarang tidak seperti dulu yang kurang berpihak ke atlet. Tidak terpenuhinya target di Sea Games 2017, misalnya, merupakan salah satu faktor yang membuat pemerintah mengubah tata kelola pembinaan atlet tersebut.

Di Sea Games 2017, Indonesia hanya mampu bertengger di posisi kelima dengan mengumpulkan 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu. Salah satu faktor penyebabnya adalah sering terlambatnya honor atlet dan peralatan. Selain itu, pengiriman untuk latihan di luar negeri juga sering terkendala.

Oleh karena itu, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional yang mulai berlaku tanggal 20 Oktober 2017. Prestasi Indonesia yang meningkat di Asian Games 2018 diakuinya merupakan salah satu buah hasilnya.

"Hasilnya di saat pertandingan betul-betul semangat itu kelihatan. Saya kira kita melihat sebuah perjuangan dan kerja keras yang menurut saya sangat habis-habisan di lapangan. Kelihatan sekali. Semuanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk negara," lanjut Jokowi.

Melihat semangat juang para atlet tersebut, Presiden pun optimistis Indonesia masih mampu mendulang beberapa medali emas lainnya dalam ajang kali ini.

"Saya masih optimistis ada tambahan lagi. Entah dua, tiga, atau empat. Insyaallah kita lihat," tandasnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis, Indonesia bertengger di posisi keempat dan berhasil mengumpulkan medali dengan rincian 28 emas, 22 perak, dan 33 perunggu. Torehan emas sejumlah tersebut menjadikan Indonesia melampaui pencapaiannya saat menjadi tuan rumah di 1962. Saat itu Indonesia meraih 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asian games 2018

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top