Pengancam Bom di Polda Riau Diancam 6 Tahun Penjara

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjerat pemilik akun Facebook Erick Sumber Asli dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan diancam pidana maksimal 6 tahun penjara karena telah memposting ancaman bom ke Mapolda Riau.
Sholahuddin Al Ayyubi | 28 Agustus 2018 16:43 WIB
Ilustrasi bom - Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menjerat pemilik akun Facebook Erick Sumber Asli dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan diancam pidana maksimal 6 tahun penjara karena telah memposting ancaman bom ke Mapolda Riau.
 
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Rahmad Wibowo mengungkapkan pelaku telah memposting ujaran bernada ancaman dengan kalimat "Tunggu Saja Markas Polda Riau Akan Kami Ledakkan, Polisi Densus 88 Pelindung Rezim PKI Akan Kami Habisi" di akun Facebook atas nama Erick Sumber Asli.
Menurutnya, postingan pelaku berkaitan dengan penolakan Neno Warisman saat berencana menghadiri agenda deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru Riau beberapa waktu lalu.
 
"Ya memang ini ada kaitannya dengan Ibu Neno (Warisman) pada saat di Pekanbaru. Tersangka telah memposting ancaman akan meledakkan Polda Riau di Laman Facebooknya," tuturnya, Selasa (28/8/2018).
 
Menurut Rahmad, pelaku yang sehari-hari bekerja di sebuah rumah makan di Palangkaraya Kalimantan Tengah terindentifikasi memiliki pemahaman yang radikal. Dia menjelaskan motif tersangka pemilik akun Erick Sumber Asli memposting ujaran ancaman itu karena kecewa dengan pemerintah.
 
"Jadi pelaku memposting itu karena kekecewaan. Dia (pelaku) sudah teridentifikasi cukup radikal dan punya pemahaman yang radikal," katanya.
 
Rahmad mengatakan tersangka pemilik akun Erick Sumber Asli tersebut kini tengah diperiksa secara intensif oleh tim penyidik Polda Kalimantan Tengah terkait kasus ujaran bernada ancaman di media sosial.
 
"Saat ini pelaku masih diperiksa di Polda Kalteng," katanya.
 
 
 
Tag : teroris
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top