Fadel: Golkar harus Kerja Keras Amankan Suara di Pemilu 2019

Partai Golkar perlu bekerja keras untuk melakukan pencitraan agar suara di parlemen tetap besar setelah Jokowi menetapkan cawapresnya bukan dari partai berlambang pohon beringin itu.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 22 Agustus 2018  |  01:25 WIB

Bisnis.com, MALANG — Partai Golkar perlu bekerja keras untuk melakukan pencitraan agar suara di parlemen tetap besar setelah Jokowi menetapkan cawapresnya bukan dari partai berlambang pohon beringin itu.

Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan dalam Pilpres yang wapresnya bukan dari Golkar maka suara di Pileg akan mengarah pada dua kutub besar, yakni PDIP dan Gerindra.

“Kita gak ada capres, cawwapres juga gak ada, Terancam Golkar,” katanya di Malang, Selasa (21/8/2018).

Karena itulah, Golkar perlu pencitraan dengan konsentrasi pada perolehan suara di Pileg karena tidak mendapat keuntungan dari Pilpres. Namun terkait dengan upaya pembagian kursi di kabinet, maka sebagian lagi tetap perlu berkonsentrasi pada Pilpres.

Dia menegaskan, bagaimanapun Golkar telah memilih Jokowi sebagai capres. Sebenanrya, Golkar mengharapkan dan berusaha agar supaya Wapres berasal dari partai tersebut.

Jika Golkar melakukan aksi besar-bearan untuk menggolkan calon dari Golkar untuk menjadi cawapres, maka ongkosnya mahal, sehingga aksi itu tidak dilakukan.

Namun dalam perkembangannya, ternyata cawapres tidak berasal dari Golkar. “Kita kecewa. Saya sebagai dewan pembina sangat kecewa kok bukan Golkar yang diambil,” ucapnya.

Padahal selama ini Golkar di parlemen mati-matian membela Joikwo. Golkar lebih membela Jokowi daripada PDIP. Dia bersedia berdebat mengenai fakta tersebut.

Dia mengingatkan, Jokowi mengalami masalah jika pada lima tahun mendatang tidak ada dukungan dari Golkar.

“Saya dengar dari partai-partai lain, Muhaimin yang ingin. Keinginan Muhaimin ini membuat suasana menjadi lain. Jadinya Ma'ruf Amin sekarang,” ucapnya.

Karena itulah, September Golkar akan mengadakan rapat kerja menyikapi Pilpres. Jalan yang ditempuh kemungkinan ada tim yang mengurus Pilpres, tim lain mengurus Pileg.

Dia tidak menafikan, peluang Golkar untuk menyeberang ke kubu sebelah tetap ada karena faktor Cawapres Sandiaga Uno yang berasal dari Gorontalo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top