Jelang Pembicaraan Dagang AS-China, Trump Tak Banyak Berharap

Presiden AS Donald Trump mengaku tak banyak berharap dari pembicaraan dagang dengan China, yang bakal kembali digelar di Washington, AS pada pekan ini.
Annisa Margrit | 21 Agustus 2018 16:26 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengaku tak banyak berharap dari pembicaraan dagang dengan China, yang bakal kembali digelar di Washington, AS pada pekan ini.
 
Pembahasan sengketa dagang ini menjadi yang pertama sejak Juni 2018 dan akan diselenggarakan pada 22-23 Agustus 2018. Ini juga menjadi pembicaraan pertama setelah AS menerapkan tarif impor senilai US$16 miliar atas produk-produk China.
 
Trump menyatakan tidak ada batas waktu khusus terkait pembicaraan sengketa dagang itu. 
 
"Sama seperti mereka, saya punya waktu yang banyak," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Senin (20/8/2018) waktu setempat.
 
Trump melanjutkan penyelesaian pembicaraan dagang dengan China akan memakan waktu lama karena China dinilai sudah terlalu lama menikmati keuntungan dari AS dan menjadi manja. 
 
Dia juga menyampaikan pejabat AS yang sebelumnya bertanggung jawab tidak memahami apa yang mereka kerjakan, sehingga sekarang pemerintahannya harus menanggung akibatnya. 
 
AS telah bersikeras agar China memangkas surplus neraca dagangnya menjadi US$200 miliar dalam dua tahun. Pada 2017, Negeri Panda mencatatkan surplus neraca dagang sebesar US$275,81 miliar dengan AS. 
 
Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Lu Kang mengatakan pihaknya berharap pembicaraan kedua negara bakal berjalan lancar dan menghasilkan keuntungan bagi kedua pihak. 
 
"Kami berharap kedua pihak bisa duduk bersama dan berupaya mencapai hasil yang baik yang didasarkan pada kesetaraan, keseimbangan, dan kepercayaan," paparnya.

Sumber : Reuters

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top