Trump Tuduh China dan Eropa Manipulasi Mata Uangnya

Presiden AS Donald Trump menuding China dan Uni Eropa memanipulasi mata uangnya di tengah tekanan dari kenaikan tarif impor yang dikenakan AS.
Annisa Margrit | 21 Agustus 2018 12:49 WIB
Presiden AS Donald Trump saat pertemuan di Istana, Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump menuding China dan Uni Eropa memanipulasi mata uangnya di tengah tekanan dari kenaikan tarif impor yang dikenakan AS.
 
"Apa yang mereka lakukan sekarang adalah mengompensasi biaya yang mereka keluarkan.. ratusan juta dolar AS dan di beberapa kasus mencapai miliaran dolar AS ke AS. Sekarang mereka mengakomodasi hal ini dan saya tidak. Saya tetap menang," paparnya dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Senin (20/8/2018) waktu setempat.
 
Trump sudah beberapa kali menyampaikan hal ini, tapi Pemerintah AS tidak pernah mengatakannya secara resmi. Sejak awal 2018, dolar AS menguat 5,35% terhadap yuan.
 
Adapun euro sudah melemah 4,3% terhadap dolar AS pada tahun ini. Tekanan yang muncul disebabkan adanya kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi di Zona Eropa dan memanasnya hubungan dagang dengan Negeri Paman Sam. 
 
Seperti diketahui, AS bersikeras agar China memangkas surplus neraca dagangnya menjadi US$200 miliar dalam dua tahun. Pada 2017, Negeri Panda mencatatkan surplus neraca dagang sebesar US$275,81 miliar dengan AS. 
 
Sejak Maret 2018, Trump juga telah mengumumkan akan menerapkan tarif impor baru bagi produk baja dan aluminium, masing-masing sebesar 25% dan 10%. Hal ini berlaku juga untuk produk dari China dan Eropa. 
 
Reaksi negatif terhadap kebijakan itu pun bermunculan. Pemerintah China dan Uni Eropa (UE) pun mengancam menerapkan kebijakan yang sama terhadap sejumlah produk AS.
 
Sejak saat itu, tensi dagang antara ketiganya masih tetap tinggi walaupun berbagai pembicaraan dagang telah dilakukan.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top