Reuni Korea Selatan-Korea Utara: 180 Keluarga Bersatu Kembali

Sekitar 180 keluarga yang terpisah akibat Perang Korea 1950-1953 akan bersatu kembali di Korea Utara pada hari ini setelah dua Korea memperbarui pertukaran waga tahun ini menyusul kebuntuan akibat program nuklir dan rudal Pyongyang.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Agustus 2018  |  09:51 WIB
Reuni Korea Selatan-Korea Utara: 180 Keluarga Bersatu Kembali
Peserta reuni Korea tiba di gerbang imigrasi di selatan Zona Demiliterisasi Goseong Korea Selatan. Mereka akan menuju lokasi reuini di resor wisata di Gunung Kumgang, Korea Utara. - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA – Sekitar 180 keluarga yang terpisah akibat Perang Korea 1950-1953 akan bersatu kembali di Korea Utara pada hari ini setelah dua Korea memperbarui pertukaran waga tahun ini menyusul kebuntuan akibat program nuklir dan rudal Pyongyang.

Dalam sebua foto terlihat seorang pria yang dipilih sebagai peserta reuni memperlihatkan foto-foto almarhum ibunya dan saudara-saudara semasa kecilnya yang tinggal di Korea Utara, di sebuah hotel yang digunakan sebagai tempat menunggu di Sokcho, Korea Selatan.

Reuni, yang pertama dalam tiga tahun, akan berlangsung di resor wisata di Gunung Kumgang, Korea Utara seperti yang disetujui oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada pertemuan pertama mereka di bulan April.

Keluarga-keluarga yang terpisah menjadi korban kebuntuan selama beberapa dekade di antara dua negara bertetangga akibat beberapa tahun terakhir Pyongyang dengan cepat mengembangkan senjata nuklirnya dan program-program rudal.

Lebih dari 57.000 korban Korea Selatan telah mendaftar untuk reuni keluarga singkat, yang berlangsung hanya 11 jam dan sering berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.

“Usia saya lebih dari 90 jadi saya tidak tahu kapan saya akan mati. Saya sangat senang bahwa saya telah dipilih kali ini, saya tengah terbang ke sana,” kata Moon Hyun-sook yang berusia 91 tahun sebagaimana dikutip Reuters, Senin (20/8/2018). 

Selama bertahun-tahun, Seoul telah menyerukan pertemuan rutin antara keluarga terpisah termasuk menggunakan konferensi video. 

Pada pertemuan puncaknya dengan Presiden AS, Donald Trump pada bulan Juni, Kim berjanji untuk meninggalkan program nuklir negaranya jika Washington memberikan jaminan keamanan. Akan tetapi kedua negara sejak itu menjalani hubungan yang tidak mulus untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Anggota keluarga Korea Selatan tiba di kota perbatasan pantai Sokcho pada hari Minggu untuk mendapat pengarahan oleh pejabat di reuni dan untuk pemeriksaan kesehatan singkat, sebelum melintasi perbatasan pada hari Senin.

Sebanyak 93 keluarga dari kedua sisi perbatasan pada awalnya dijadwalkan untuk pertemuan tiga hari dari Senin, tetapi empat anggota Korea Selatan membatalkan perjalanan mereka ke Utara pada menit terakhir karena kondisi kesehatan, kata Palang Merah.

Mulai Kamis, akan ada pertemuan dari 88 kelompok kerabat lainnya, menurut Kementerian Unifikasi Seoul.

Reuni keluarga singkat, yang dimulai pada 1985, dapat menjadi pengalaman traumatis bagi para korban yang berusia lanjut, kata mereka. Pasalnya, banyak dari mereka berusia 80 atau lebih tua.

Sekitar 132.600 individu terdaftar sebagai keluarga terpisah pada akhir Juli. Dari 57.000 orang yang selamat, 41,2% 80-an dan 21,4% berusia 90-an, menurut data pemerintah.

Orang Korea Selatan tertua yang berpartisipasi dalam pertemuan terbaru adalah 101 tahun.

“Sebagian besar peserta adalah lansia dan banyak di antara mereka menderita hipertensi, diabetes, dan memiliki kondisi medis yang mendasar. Menjelang reuni, kami benar-benar memeriksa kondisi kesehatan mereka sehingga mereka dapat menghadiri acara seperti yang direncanakan, ”kata dokter Han Sang-jo.

"Saya sudah menyiapkan dia beberapa obat-obatan rumah tangga termasuk pil digester dan sakit kepala, suplemen gizi serta beberapa kebutuhan sehari-hari," kata Lee Soo-nam, seorang Korea Selatan berusia 76 tahun, karena akan bertemu kakaknya di Korea Utara yang dipisahkan oleh perang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, korea selatan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup