Suap Dana Perimbangan: Bupati Labuhanbatu Utara Mengaku Tak Kenal Yaya Purnomo

Seusai diperiksa KPK sebagai saksi untuk Yaya Purnomo, tersangka kasus suap terkait dengan usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018, Bupati Labuhanbatu Utara Khaerudin Sitorus mengaku dirinya tidak mengenal mantan pejabat Kementerian Keuangan tersebut.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 20 Agustus 2018  |  13:29 WIB
Suap Dana Perimbangan: Bupati Labuhanbatu Utara Mengaku Tak Kenal Yaya Purnomo
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti sitaan saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPR Komisi XI Fraksi Demokrat Amin Santono dapil Jawa Barat X bersama delapan orang lainnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5/2018). - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA -- Seusai diperiksa KPK sebagai saksi untuk Yaya Purnomo, tersangka kasus suap terkait dengan usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018, Bupati Labuhanbatu Utara Khaerudin Sitorus mengaku dirinya tidak mengenal mantan pejabat Kementerian Keuangan tersebut.

Khaerudin meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 12.46 wib. "Saya tidak kenal Yaya (Purnomo), ujar Khaerudin di luar gedung KPK di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Yaya Purnomo merupakan mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan di Kementerian Keuangan.

Dalam kasus ini, Yaya ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan tiga orang lainnya, yaitu Amin Santono (anggota Komisi XI DPR RI), Ahmad Ghiast (swasta), dan Eka Kamaludin (swasta).

Khaerudin Sitorus mengaku bahwa proposal yang diajukan oleh dirinya selaku Bupati Labuhanbatu Utara ke Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu sesuai dengan perencanaan.

Selain itu, dia juga mengatakan tidak ada permintaan dari Komisi XI DPR RI terkait dengan proposal yang diajukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korupsi, OTT KPK

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top