UE Tolak Larangan Berbisnis Dengan Iran yang Dijatuhkan AS

Uni Eropa menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mendesak semua negara menghentikan perdagangan dengan Iran dan balik menyerukan agar kawasan itu meningkatkan kerja sama bisnis dengan negara tersebut.
John Andhi Oktaveri | 08 Agustus 2018 09:07 WIB
Fasilitas pengayaan nuklir Iran di Natanz - Reuters/Presidential Official Website/Handout

Bisnis.com, JAKARTA -- Uni Eropa menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mendesak semua negara menghentikan perdagangan dengan Iran dan balik menyerukan agar kawasan itu meningkatkan kerja sama bisnis dengan negara tersebut.

Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa (UE) untuk urusan luar negeri, mengatakan mereka tidak akan membiarkan perjanjian nuklir damai 2015 dengan Teheran mati. Dia meminta pebisnis Eropa untuk membuat keputusan investasi mereka sendiri.

"Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga Iran tetap dalam kesepakatan, untuk menjaga agar Iran mendapatkan manfaat ekonomi dari perjanjian ini, karena kami meyakini ini adalah kepentingan keamanan tidak hanya bagi Eropa tapi juga dunia," paparnya, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (8/8/2018).

UE juga mendorong sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk meningkatkan kerja sama bisnis dengan Iran.

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Trump menyatakan sanksi terhadap Iran telah dijatuhkan oleh AS. 

"Ini adalah sanksi yang paling menyakitkan yang pernah dijatuhkan dan pada November 2018 akan ada sanksi yang lebih berat. Siapapun yang menjalin bisnis dengan Iran tidak akan mendapatkan kerja sama bisnis dengan AS. Saya meminta perdamaian dunia, tidak kurang!" tuturnya melalui Twitter.

UE, China, dan Rusia masih bergabung dengan kesepakatan nuklir damai Iran, dengan imbal balik pencabutan sanksi ekonomi atas negara Timur Tengah tersebut. AS sebelumnya bergabung dengan perjanjian ini pada masa Presiden Barack Obama.

Pada pertengahan tahun ini, Trump keluar dari kesepakatan itu karena menilai hanya menguntungkan Iran serta menyebutnya sebagai kesepakatan sepihak yang mengerikan dan tidak seharusnya dibuat.

Ketika Trump mengumumkan AS memblokir perdagangan dengan Iran, UE beralasan bahwa meneruskan perdagangan dengan Iran adalah untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir dan justru mendorong perusahaan-perusahaan Eropa untuk mengabaikan Gedung Putih. 

Konflik ini dikhawatirkan membuat hubungan negara-negara yang terlibat menjadi tidak stabil. Padahal, beberapa pekan sebelumnya Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Trump bertemu di Gedung Putih serta berjanji meningkatkan perdagangan bebas tarif antara Eropa-AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, iran

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top