GNPF Temui Prabowo, Tagih Nama Cawapres Hasil Ijtima Ulama

Partai Gerinda mengungkapkan pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membicarakan nama calon wakil presiden yang direkomendasikan dalam Ijtima Ulama, pekan lalu.
JIBI | 07 Agustus 2018 01:21 WIB
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7). - ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Partai Gerinda mengungkapkan pertemuan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membicarakan nama calon wakil presiden yang direkomendasikan dalam Ijtima Ulama, pekan lalu.

Sekretaris Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan GNPF menagih hasil keputusan Prabowo soal calon wakil presiden (cawapres) yang direkomendasikan Ijtima Ulama GNPF.

"Sekarang kedatangan mereka adalah untuk menanyakan hasil pembicaraan dengan partai-partai," ujarnya saat ditemui di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Senin (6/8/2018) malam.

Menurut Muzani, Prabowo mengatakan kepada GNPF bahwa pembicaraan dengan partai koalisi sudah mulai dilakukan tapi masih diperlukan waktu 1-2 hari lagi untuk memutuskan siapa yang bakal mendampingi Prabowo sebagai cawapres.

Sebelumnya, GNPF melalui Ijtima Ulama menghasilkan rekomendasi dua bakal cawapres untuk Prabowo, yakni Ketua Umum Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf dan Ustad Abdul Somad.

Muzani menuturkan Prabowo menghormati apa yang sudah dihasilkan oleh Ijtima Ulama yang menghasilkan dua alternatif nama tersebut.

"Namun, Pak Prabowo juga masih harus berkonsultasi dengan sejumlah partai karena sekali lagi Partai Gerindra harus berkoalisi dengan beberapa partai yang ada," ujarnya, seperti dilansir Tempo.

Muzani menerangkan lamanya Prabowo memutuskan karena ada kepentingan-kepentingan yang harus diakomodir, didengar, dan semua pikiran yang berkembang juga harus dicatat. Hal itu disebut memerlukan seni untuk mengambil keputusan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath tidak berkomentar banyak.

"Ini hanya silaturahmi biasa," sebutnya.

Selain Khaththath, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Dewan Pembina Gerindra Fuad Bawazier, Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Ketua Umum FPI Sobri Lubis, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno, dan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup