Jalan Tol Batam Masuk Proyek Strategis Nasional

Pemerintah Pusat memasukkan program pembangunan Jalan Tol Batuampar – Muka Kuning – Hang Nadim di Batam dalam proyek Strategis Nasional.
Sarma Haratua | 01 Agustus 2018 20:53 WIB
Pemandangan di satu sudut Kota Batam. - Dok. Kementerian Pariwisata

Bisnis.com, BATAM – Pemerintah Pusat memasukkan program pembangunan Jalan Tol Batuampar – Muka Kuning – Hang Nadim di Batam dalam proyek Strategis Nasional. Pembangunan jalan tol sepanjang 25 km ini masuk dalam program Trans-Sumatra yang telah lebih dulu dikerjakan.

Pembangunan tol ini menjadi satu-satunya Proyek Strategis Nasional di Kepri, yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 28/ 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Pekerjaan pembangunanya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat,” ujar Kasubdit Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Taofan. 

Program pembangunan jalan tol ini merupakan usulan BP Batam untuk memperlancar arus barang dari kawasan industri menuju Pelabuhan Batuampar dan Bandara Internasional Hang Nadim. Dengan adanya tol, kendaraan berat pengangkut milik Industri tak lagi bergabung dengan kendaraan biasa.

Mengutip laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Ruas jalan tol yang akan dibangun terbagi dua. Yakni jurusan Batu Ampar-Muka Kuning sepanjang 15 kilometer, dan Muka Kuning-Simpang Kabil-Bandara Hang Nadim sepanjang 10 kilometer.

Dalam laman tersebut juga dijelaskan rencana mulai konstruksi proyek tersebut adalah tahun 2018 ini. Sementara perkiraan investasinya mencapai Rp7 triliun melalui skema pendanaan swasta. Sementara status terakhirnya masih dalam persiapan lelang. 

BP Batam tengah fokus membangun infrastruktur untuk mendukung aktivitas industri di Batam. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kelancaran arus barang dari dan menuju kawasan Industri.

Selain membangun Tol, BP Batam juga tengah menggesa pengembangan pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim. Rencananya kedua tempat tersebut akan dikembangkan menjadi non-Resident Inventory, (NRI) untuk mendukung aktivitas industri di Batam.

Tag : batam
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top