Parpol Pengusung Jokowi Sebut SBY ‘Turun Gunung’ Bukan Hal Istimewa

Tensi politik mulai memanas seiring dengan sejumlah pertemuan petinggi partai akhir-akhir ini, termasuk pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (30/7/2018).
John Andhi Oktaveri | 31 Juli 2018 13:22 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyampaikan keterangan pers bersama kepada wartawan usai pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7 - 2018). Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam Pilpres 2019. Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Tensi politik mulai memanas seiring dengan sejumlah pertemuan petinggi partai akhir-akhir ini, termasuk pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (30/7/2018).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP Achmad Baidowi menanggapi pertemuan itu dengan mengatakan bahwa meski SBY ‘turun gunung’ dalam Pilpres 2019, namun partai politik pengusung Joko Widodo (Jokowi) tidak akan terpengaruh.

Bahkan, dia mengatakan meski SBY dalam pilkada lalu ‘turun gunung’, tetapi tetap banyak menelan kekalahan.

"SBY mau turun gunung juga bukan hal istimewa, karena sebagai ketum parpol, ya memang wajar SBY turut kampanye. Jika mengacu pilkada, meski SBY turun lapangan ternyata tidak semuanya menang," kata pria yang akrab disapa Awik tersebut kepada wartawan, Selasa (31/7/2018).

Dia menegaskan saat ini partai politik pengusung Joko Widodo terus fokus terhadap konsolidasi internal. Bahkan, dia menyinggung pihaknya sudah jelas memiliki calon presiden. Namun, pihak SBY hingga saat ini belum jelas siapa calon presidennya.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate menilai terlibatnya SBY dalam Pilpres 2019 tidak akan mempengaruhi peta kekuatan.

Dia optimistis hasilnya tidak akan berbeda seperti Pilpres 2014. Pasalnya, koalisi Joko Widodo sudah banyak belajar apa saja yang kurang pada Pilpres 2014.

Bahkan, katanya, partai politik pengusung Jokowi sudah melakukan perubahan strategi politik lantaran Pemilu 2019 yang digelar secara serentak.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top