Mahfud MD: Ingkari Perbedaan Sama Dengan Menentang Ketetapan Tuhan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengemukakan bahwa pengingkaran terhadap perbedaan dalam berkeyakinan sama dengan menentang ketetapan Tuhan.
Newswire | 26 Juli 2018 21:48 WIB
Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan) berbincang dengan anggota dewan pengarah lainnya, Wisnu Bawa Tenaya (kiri), Said Aqil Siradj (kedua kiri), Try Sutrisno (ketiga kiri), Ma'ruf Amin (keempat kiri), Mahfud MD (keempat kanan), Syafii Maarif (kedua kanan), dan Sudhamek (kanan) usai pelantikan Dewan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, YOGYAKARTA -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengemukakan bahwa pengingkaran terhadap perbedaan dalam berkeyakinan sama dengan menentang ketetapan Tuhan.

"Karena manusia itu pasti berbeda dan perbedaan itu diciptakan oleh Tuhan," kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk "Harmoni Dalam Keberagaman" di Yogyakarta, Kamis (26/7/2018).

Mahfud merasa prihatin jika belakangan ini muncul kelompok atau golongan tertentu yang terusik dengan perbedaan khususnya dalam berkeyakinan.

Dia mengatakan terciptanya perbedaan agama termasuk suku, ras dan golongan di dunia merupakan kehendak dari Tuhan sendiri. Di dalam Islam, menurut dia, hal tersebut telah jelas dinyatakan di dalam Al Quran yakni pada Surat Yunus ayat 40-41 serta Al-Maidah ayat 48.

"Kalau Tuhan mau kita semua ini tidak ada yang berbeda. Kalau tuhan mau menjadikan beragama Islam semua atau Katolik semua bisa karena Tuhan maha kuasa," kata dia.

Oleh sebab itu, kata Mahfud, justru dengan adanya perbedaan satu golongan dengan golongan lainnya bisa saling mengenal dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

"Menurut saya yang sekarang suka mengganggu indahnya kebersatuan kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki pendangan ekstrem dalam ideologi," kata dia.

Mahfud mengatakan dahulu pada masa kecilnya tidak ada orang atau kelompok yang mempersoalkan ihwal perbedaan hingga mengusik persatuan bangsa.

"Aneh kalau ada yang memaksakan harus sama agamanya dengan dia dan atas nama Tuhan," kata dia.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengatakan kunci untuk menghilangkan kelompok yang ingin merusak keberagaman di Indonesia adalah dengan menegakkan butir kelima Pancasila.

Apabila sila kelima Pancasila dapat betul-betul diimplementasika , menurut Syafii, ketimpangan sosial dan ekonomi bisa dihilangkan.

Dengan demikian, menurut dia, kehadiran ideologi-ideologi impor yang mengancam Pancasila dan kebhinekaan tidak akan bertahan lama di Indonesia. "Kuncinya ada di sila kelima," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pancasila

Sumber : Antara
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top