Gencatan Senjata Israel dengan Hamas Sabtu (21/7)

Gencatan senjata Israel dengan Hamas, kelompok pengendali Jalur Gaza, sebagian besar berlaku Sabtu (21/7/2018), sehari setelah terjadi satu di antara gejolak paling ganas di sepanjang perbatasan mudah goyah selama bertahun-tahun itu.
Newswire | 22 Juli 2018 01:14 WIB
Hamas adalah organisasi Islam Palestina dengan sayap militer Izz ad-Din al-Qassam di wilayah Palestina. - Istimewa

Bisnis.com, GAZA/YERUSALEM -  Gencatan senjata Israel dengan Hamas, kelompok pengendali Jalur Gaza, sebagian besar berlaku Sabtu, sehari setelah terjadi satu di antara gejolak paling ganas di sepanjang perbatasan mudah goyah selama bertahun-tahun itu.

Hamas menyatakan menyetujui gencatan senjata dengan Israel, sehari setelah bentrokan membunuh seorang serdadu Israel dan empat warga Palestina, tiga di antaranya pejuang Hamas.

Pejabat tinggi Israel memastikan gencatan senjata tersebut berlaku. Militer Israel menolak berkomentar mengenai gencatan senjata itu tetapi wanita juru bicara militer mengatakan warga dapat melakukan kembali kegiatannya.

Dalam kejadian dengan tidak ada korban jiwa, tank Israel menembak pos Hamas di Gaza setelah beberapa tersangka warga Palestina menerobos pagar perbatasan dan masuk ke wilayah Israel sebelum balik lagi ke Gaza, kata militer.

Tak ada laporan lain tentang huru-hara di kawasan itu pada pukul 13.00 GMT (pukul 20.00 WIB) pada Sabtu.

Pada Jumat, orang-orang bersenjata Palestina membunuh seorang serdadu Israel dan militer Israel melancarkan puluhan serangan yang membunuh tiga pejuang Hamas. Orang Palestina keempat tewas akibat penembakan oleh pihak Israel dalam protes dekat perbatasan itu.

"Dengan usaha-usaha PBB dan Mesir, disepakati untuk mengembalikan suasana tenang antara (Israel) dan faksi-faksi Palestina," kata Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas.

Serdadu Israel merupakan anggota tentara Israel pertama yang terbunuh di garis depan Gaza sejak perang tujuh pekan tahun 2014 antara Israel dan Hamas, ujar seorang juru bicara militer.

Selama gejolak itu yang berlangsung beberapa jam, militer Israel menyatakan jet tempur dan tanknya menyerang 68 sasaran Hamas dan menghancurkan "bangunan-bangunan dan infrastruktur dan melumpuhkan kemampuan kendali komando dan militer yang sangat penting." "Hamas menerima pukulan kemarin dan melalui pihak Mesir meminta gencatan senjata," kata perwira tinggi Israel, yang minta jatidirinya tidak disebutkan.

Serangan Israel itu menghantam gedung di Gaza dan kobaran api menerangi langit di malam hari. Ambulans dengan suara sirinenya berpacu di jalan raya.

Pejabat Mesir, Qatar dan PBB mengadakan kontak dengan Hamas dan Israel dalam usaha memulihkan keadaan agar tenang dan mencegah peningkatan dalam kekerasan, kata Taher Nono, pejabat Hamas kepada Reuters.

Selama beberapa pekan lebih, kekerasan terjadi di tapal batas Gaza-Israel, yang terburuk sejak perang pada 2014. Gencatan senjata itu adalah yang ketiga antara Israel dan Hamas dengan Mesir sebagai penengah pada tahun ini dan gencatan senjata kedua, yang disepakati pada pekan ini setelah pertempuran sepanjang Sabtu lalu.

Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : israel
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top