Hotel di Las Vegas Gugat 1.000 Korban Penembakan Massal

Pada 1 Oktober 2017, Stephen Paddock menembaki para penonton sebuah festival musik lewat balkon kamar hotelnya di lantai 32 Mandalay Bay. Tercatat 58 korban meninggal karena penembakan massal yang berlangsung selama 10 menit itu.
Annisa Margrit | 18 Juli 2018 11:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemilik Hotel Mandalay Bay di Las Vegas, AS menggugat lebih dari 1.000 korban penembakan massal yang terjadi pada 2017.

Pada 1 Oktober 2017, Stephen Paddock menembaki para penonton sebuah festival musik lewat balkon kamar hotelnya di lantai 32 Mandalay Bay. Tercatat 58 korban meninggal karena penembakan massal yang berlangsung selama 10 menit itu.

Para korban adalah penonton festival musik Route 91 Harvest yang digelar tidak jauh dari hotel tersebut. Lokasi festival musik itu terlihat jelas dari kamar Paddock.

Adapun gugatan ini diajukan oleh MGM Resorts International ke pengadilan di negara bagian Nevada dan California. Gugatan diajukan karena perusahaan tersebut menolak disebut turut terlibat atas peristiwa itu maupun bertanggung jawab atas kematian, cedera, atau kerugian lainnya yang terjadi karena serangan tersebut.

"Penggugat tidak memiliki tanggung jawab apapun terhadap para tergugat," demikian isi gugatan itu, seperti dilansir dari BBC, Rabu (18/7/2018).

MGM menyatakan tidak meminta kompensasi dalam bentuk uang dari para korban dan hanya ingin dibebaskan dari tanggung jawab terkait peristiwa ini. Mereka juga menyampaikan simpatinya terhadap para korban dan keluarganya.

Perusahaan itu menerangkan perusahaan keamanaan yang mereka sewa sudah mendapat sertifikasi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri dan karenanya dilindungi dari tanggung jawab berdasarkan UU federal yang terbit pada 2002.

MGM mengklaim perlindungan itu juga mencakup pengelola hotel karena mereka telah menyewa perusahaan keamanan tersebut.

Namun, para pengacara korban menilai langkah MGM tidak etis. Gugatan juga dimasukkan ke pengadilan federal dan bukan pengadilan negara bagian karena kemungkinan menangnya lebih besar.

"Saya tidak pernah melihat hal yang lebih memalukan, di mana mereka menggugat para korban demi mendapatkan hakim yang mereka sukai. Sangat menyedihkan bahwa mereka melakukan hal yang sangat rendah," ujar Robert Eglet, salah satu pengacara para korban kepada Las Vegas Review-Journal.

Sebelumnya, para korban sudah mengajukan gugatan terhadap MGM dan Live Nation, promotor festival tersebut.

Penembakan oleh Paddock masih menyimpan misteri karena belum diketahui motif pria berusia 64 tahun itu melakukan aksinya. Setelah menembaki para pengunjung festival, dia menembak dirinya sendiri dan tewas.

Polisi menemukan 23 senjata api di kamar Paddock. Saudaranya mengatakan dia tidak terkait dengan ideologi politik, agama, ras, sosial, maupun lingkungan yang ekstrim.

Sumber : BBC

Tag : aksi penembakan di as
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top