Kim Jong Un Kirim Surat Untuk Donald Trump, Apa Isinya?

Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampaknya makin mesra setelah keduanya bertemu di Singapura pada pertengahan bulan lalu.
Annisa Margrit | 13 Juli 2018 09:21 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampaknya makin mesra setelah keduanya bertemu di Singapura pada pertengahan bulan lalu.

Kim bahkan mengirim surat pendek kepada Trump. Dalam surat tertanggal 6 Juli 2018 itu, Kim menyampaikan apresiasinya atas berbagai upaya yang dilakukan AS untuk memperbaiki hubungan kedua negara.

"Saya meyakini bahwa keinginan kuat, upaya yang tulus, dan pendekatan unik yang saya dan Anda lakukan untuk membangun masa depan yang baru antara Korea Utara dan AS akan membuahkan hasil," ujar Kim.

Surat tersebut diunggah oleh Trump dalam akun Instagram resminya pada Kamis (12/7/2018) waktu setempat.

"Sebuah surat yang menyenangkan dari Chairman Kim. Perkembangan yang bagus sedang berlanjut," tuturnya, seperti dikutip Bisnis, Jumat (13/7).

Seperti diketahui, Trump dan Kim bertemu di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura pada 12 Juni 2018. Ini merupakan hal yang bersejarah karena menjadi pertemuan pertama antara Presiden AS dengan pemimpin Korea Utara (Korut).

 

A very nice note from Chairman Kim of North Korea. Great progress being made!

Sebuah kiriman dibagikan oleh President Donald J. Trump (@realdonaldtrump) pada 12 Jul 2018 jam 9:37 PDT

Hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) itu adalah sebuah pernyataan bersama antara kedua negara. Trump memberikan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korut, sedangkan Kim menegaskan komitmennya untuk melanjutkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Ada empat poin yang disampaikan dalam pernyataan bersama itu. Pertama, AS dan Korut berkomitmen membangun hubungan baru yang sejalan dengan keinginan rakyat kedua negara untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan.

Kedua, AS dan Korut akan menggabungkan usaha untuk membangun rezim yang damai, stabil, dan berkelanjutan di Semenanjung Korea.

Ketiga, menegaskan Deklarasi Panmunjom pada 27 April 2018, Korut berkomitmen memenuhi denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Keempat, AS dan Korut berkomitmen mengembalikan jenazah tahanan perang/tentara yang hilang, termasuk repatriasi para tentara yang sudah diidentifikasi.

Adapun Deklarasi Panmunjom terkait dengan pertemuan antara Kim dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In.

Menyusul KTT Singapura, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sudah melakukan pertemuan lanjutan dengan perwakilan Korut di Pyongyang pada awal bulan ini untuk membahas denuklirisasi Korut.

Beberapa pihak menilai Trump melunak terhadap Kim setelah AS menunda sejumlah latihan perang di kawasan Semenanjung Korea.

Tag : kim jong un, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top