Pilpres 2019: Sinyal Kuat untuk Jokowi. Muslimat NU Siap Dukung Capres Pilihan Khofifah

Muslimat Nahdlatul Ulama mendukung Presiden Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri pada pemilu presiden 2019
Lingga Sukatma Wiangga | 13 Juli 2018 18:32 WIB
Khofifah Indar Parawansa menunjukkan surat suara ketika akan menggunakan hak suara di TPS 16 Jemur Wonosari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/6). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Muslimat Nahdlatul Ulama mendukung Presiden Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri pada pemilu presiden 2019.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa sesaat setelah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Khofifah mengatakan organisasinya sebelumnya melakukan halalbihalal yang langsung ditindaklanjuti dengan pleno.

Dalam kesempatan itu, kata dia, para anggota Musliat NU mengatakan akan mendukung calon presiden yang disokong Khofifah.

“Bahasa mereka, sudah Bu kita nanti kerja pada capres yang ibu dukung. Kira-kira begitu,” ujarnya sambil tertawa di Kantor Wakil Presiden RI, Jumat (13/7/2018).

Pernyataan Khofifah itu lantas memancing pertanyaan lain dari awak media yang biasa meliput kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya.

“Siapa Bu,” tanya para wartawan.

“Aku sudah bolak-balik bilang, masa mau bilang lagi,” ucap Khofifah.

“Pak Jokowi, Bu,” timpal para wartawan.

“Ya begitu, jadi suara yang saya dengar dari mereka seperti itu seperti di Jawa Timur,” jelas Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah pun menegaskan, organisasinya tidak memberikan rekomendasi atau mendukung calon wakil presiden tertentu yang bisa dipinang oleh Presiden Joko Widodo.

“Teman-teman di Muslimat belum mendiskusikan itu sama sekali. Pak Jokowi lah yang tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, Khofifah pun berencana menemui Presiden Joko Widodo setelah dirinya terpilih jadi Gubernur Jawa Timur.

Sebelumnya, atas kemenangan dirinya dalam kontestasi politik di daerah tersebut, Khofifah sudah bersilaturahmi dan menemui pimpinan tujuh partai yang mengusungnya.

”Ke Pak Presiden sudah kami sampaikan kepada Setneg menunggu waktu. Mudah-mudahan minggu depan lah [bisa bertemu Presiden Jokowi],” imbuhnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top