China Bakal Buka Pasar Farmasi untuk India

China bersiap memberikan perubahan regulasi penerimaan (regulatory approvals) untuk manufaktur obat-obatan asal India. Hal itu dilakukan sebagai upaya Beijing untuk mencari mitra komersil baru di tengah-tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.
Dwi Nicken Tari | 12 Juli 2018 18:10 WIB
Industri farmasi - indianmirror

Kabar24.com, JAKARTA – China bersiap memberikan perubahan regulasi penerimaan (regulatory approvals) untuk manufaktur obat-obatan asal India. Hal itu dilakukan sebagai upaya Beijing untuk mencari mitra komersil baru di tengah-tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan oleh kelompok promosi ekspor India, bahwa perusahaan India kini mencari kesempatan untuk menutup celah permintaan di China untuk produk obat-obatan, perangkat lunak, gula, dan beberapa jenis beras.

“Kami merasa China mau menerimanya untuk saat ini dan semuanya adalah tentang membuat harga dapat bersaing,” kata sumber pejabat pemerintah yang turut mempromosikan perdagangan dengan China, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/7/2018).

Kendati sejauh ini belum ada kesepakatan konkrit yang ditandatangani, berdasarkan pejabat dari kedua negara, outlook untuk penjualan farmasi dari India ke China tampak positif.

Adapun India saat ini mendominasi pasar obat-obatan jenerik di dunia. Negeri Bollywood mengekspor sejumlah US$17,3 obat-obatan pada 2017-2018 (April-Maret), termasuk ke AS dan Uni Eropa. Namun, dari jumlah tersebut, data industri menunjukkan hanya 1% yang dikirimkan ke China.

Dinesh Dua, Kepala Pharmaceutical Export Promotion Council (Pharmexcil) yang bertanggung jawab kepada Kementerian Perdagangan India, menyampaikan bahwa perusahaan India dapat memenangkan lisensi untuk ekspor ke China dalam enam bulan sejak pengajuannay diserahkan.

“Kami secara internal memahami bahwa otoritas China telah mengeluarkan instruksi bahwa pemasok dari India yang disetujui UE harus diberi lisensi industri obat-obatan sebelum memasuki pasar China dalam waktu 6 bulan,” ujar Dua.

Berdasarkan data Pharmexcil, saat ini telah banyak pembuat obat-obatan asal India yang menjualkan produknya ke Uni Eropa. Benua Biru telah menjadi salah satu pasar ekspor kunci untuk obat-obatan bagi India, atau berkontribusi sebesar 15% dari seluruh ekspor farmasi India pada 2016-2017.

Perubahan aturan penerimaan di China—pasar obat-obatan terbesar kedua di dunia—akan membuat perusahaan India meningkatkan pendapatannya ketika pengetatan kendali harga dan regulasi mendapatkan masalah di AS.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pekan ini bahwa China mulai bergerak untuk memberikan akses pasar untuk pasar farmasi asal India.

“China dan India telah menyaksikan pertumbuhan perdagangan farmasi. Keduabelah pihak berkomunikasi dengan baik untuk membuka pasar China untuk obat-obatan asal India dan mengadakan pembicaraan serta kerjasama di antara industri farmasi kedua negara,” ungkapnya. 

Tag : farmasi, perang dagang AS vs China
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top