Israel Tutup Jalur Barang ke Jalur Gaza

Pemerintah Israel menutup perlintasan utama untuk barang ke Jalur Gaza sebagai balasan atas serangkaian aksi pembakaran oleh warga Palestina dan usaha penyusupan ke wilayahnya
John Andhi Oktaveri | 11 Juli 2018 10:15 WIB
Bendera Israel terlihat di dekat Dome of the Rock, yang terletak di Kota Tua Yerusalem. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Israel menutup perlintasan utama untuk barang ke Jalur Gaza sebagai balasan atas serangkaian aksi pembakaran oleh warga Palestina dan usaha penyusupan ke wilayahnya.

“Hanya bantuan kemanusiaan termasuk makanan dan obat yang sekarang diizinkan melintas Kerem Shalom, ujar PM Israel Benjamin Netanyahu sebagaimana dikutip dari BBC.com, Rabu (11/7/2018).

Netanyahu menegaskan akan menggunakan 'tangan besi' melawan kelompok milisi Palestina Hamas yang menguasai Gaza. Sedangkan seorang juru bicara Hamas mengatakan aksi Israel sebagai 'sebuah kejahatan baru terhadap kemanusiaan'.

Warga Palestina menaikkan layang-layang dan balon yang membawa bahan yang terbakar dan alat peledak yang terbang melintasi perbatasan Gaza-Israel sejak bulan April. Aksi tersebut telah memicu 750 kebakaran di Israel selatan dengan membakar lebih 2.600 hektare hutan dan pertanian serta menyebabkan ratusan ribu dolar kerusakan, kata para pejabat Israel.

Serangan pembakaran dimulai saat unjuk rasa massal di sepanjang perbatasan, ketika ribuan warga Palestina menyatakan dukungan atas hak pengungsi Palestina kembali ke tanah nenek moyang mereka yang sekarang adalah Israel dan menuntut diakhirinya blokade Gaza yang diterapkan Israel dan Mesir.

Israel dan Mesir mengatakan blokade adalah langkah pengamanan yang diperlukan untuk mengatasi para milisi.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 130 warga Palestina tewas dan 15.000 lainnya terluka karena aksi pasukan Israel saat unjuk rasa selama enam pekan yang berpuncak pada pembukaan Kedubes AS di Yerusalem pada 15 Mei lalu.

Kelompok hak asasi manusia menuduh pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan. Sementara Israel menyatakan mereka hanya menembak untuk membela diri atau terhadap orang-orang yang berusaha menyusup ke wilayahnya dengan berpura-pura berunjuk rasa.

Pihak militer Israel menyatakan perdana menteri memerintahkan penutupan Kerem Shalom pada hari Senin (9/7) 'karena terus berlangsungnya teror pembakaran dan peningkatan usaha teror yang dipimpin organisasi teror Hamas'.

Hampir semua barang yang diimpor ke Gaza melewati Kerem Shalom. PBB menyatakan 43.087 truk barang tiba di perlintasan dalam lima bulan pertama tahun 2018.
Pada bulan Mei, 44% truk yang menlintasi membawa bahan bangunan, 29% produk makanan dan 1% pasokan kesehatan.



Tag : israel
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top