Pemutakhiran Data Pemilih Selalu Jadi Isu Krusial Pemilu

Pemutakhiran data pemilih tetap selalu menjadi isu krusial dalam pelaksanaan pemilihan umum. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan di pelaksanaan pemilu serentak beberapa waktu lalu ada 2 juta pemilih tambahan (DPTb).
Jaffry Prabu Prakoso | 11 Juli 2018 18:23 WIB
Ketua Bawaslu Abhan - Bisnis.com/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemutakhiran data pemilih tetap selalu menjadi isu krusial dalam pelaksanaan pemilihan umum. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan di pelaksanaan pemilu serentak beberapa waktu lalu ada 2 juta pemilih tambahan (DPTb).

"Catatan kami dari 17 provinsi yang melakukan pilkada ada 1,4% atau 2 juta pemilih DPTb di pilkada," katanya di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Abhan menjelaskan ketika banyak pemilih masuk DPTb, maka menunjukkan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan KPU belum maksimal. Untuk itu dia meminta masalah DPT harus jadi pekerjaan rumah bersama.

Abhan menuturkan seharusnya DPT yang didapat dari daftar pemilih sementara (DPS) sudah ditetapkan dan basisnya adalah DPT pilkada atau pemilu terakhir.

Dengan begitu mustinya penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU memastikan bagaimana data pemilih sebelumnya bisa menjadi bahan rujukan untuk DPS. KPU sebelumnya telah merilis total DPT nasional untuk pilkada 2018 sebanyak. 152.057.054 pemilih. ‎

Tag : kpu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top