Seleksi CPNS 2018 Segera Dibuka, Tenaga Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Pemerintah bakal memprioritaskan tenaga pendidikan dan kesehatan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018.
Annisa Margrit | 11 Juli 2018 16:55 WIB
Seorang guru pedamping membacakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kepada murid berkebutuhan khusus di SD Inklusi Betet I, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (3/5). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah bakal memprioritaskan tenaga pendidikan dan kesehatan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018.

Selain dua kategori itu, akan ada pula sejumlah formasi khusus yakni diaspora, cumlaude, putra dan putri Papua, serta disabilitas.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menyatakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali dibuka tahun ini karena banyak PNS yang pensiun. Jumlah PNS yang pensiun disebut mencapai 220.000 orang.

Namun, jumlah yang akan direkrut tidak akan sebanyak PNS yang pensiun. Rekrutmen juga dilakukan untuk kementerian, lembaga, serta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

"[Untuk guru] kurang lebih 100.000 orang. Itu untuk mengurangi kekurangan guru berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang kurangnya sekitar 700.000 orang. Kami cicil," sebutnya seperti dikutip Bisnis dari akun Twitter resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (11/7/2018).

Pernyataan itu disampaikan Asman usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian (Rakornaspeg) 2018 di Tangerang, Jawa Barat, pagi tadi. 

Bagi guru honorer, mereka yang sudah memenuhi syarat K2 dipersilakan untuk mengikuti tes.

Adapun jumlah tenaga kesehatan yang akan direkrut masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, Kementerian PAN-RB masih menunggu data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Apalagi, ada pembangunan sejumlah Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas baru yang tentunya membutuhkan banyak tenaga kesehatan.

Yang jelas, formasi untuk tenaga pendidik dan kesehatan tidak disatukan dengan kebutuhan untuk CPNS di bidang lainnya. Dengan demikian, formasi untuk dua kategori ini menjadi formasi tersendiri dan tidak termasuk kuota untuk mengganti 220.000 PNS yang pensiun.

Seleksi CPNS 2018 diharapkan dapat dilakukan akhir bulan ini. Namun, jadwalnya masih belum ditetapkan dengan pasti.

Asman mengungkapkan tidak mudah untuk menghitung kebutuhan PNS di daerah. Pasalnya, mesti diperhitungkan potensi masing-masing daerah.

"Jangan sampai daerahnya punya potensi pariwisata tapi yang dibuka pegawai administrasi," tuturnya.

Tag : cpns
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top