Sudirman Said Isyaratkan Cawapres Prabowo Dari Luar Parpol Koalisi. Anies Berpeluang Lawan Jokowi?

Mantan calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN, Sudirman Said menyatakan optimistis koalisi ketiga partai itu akan mengusung cawapres untuk Prabowo dari luar ketiga partai.
John Andhi Oktaveri | 11 Juli 2018 16:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sudirman Said di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/6).-JIBI - Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA—Mantan calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PAN, Sudirman Said menyatakan optimistis koalisi ketiga partai itu akan mengusung cawapres untuk Prabowo dari luar ketiga partai.

Menurut Sudirman, salah satu calon dari luar kader partai bisa saja yang disepakati adalah Anies Baswedan, kalau Gerindra tetap mengajukan Prabowo.

Dia menilai koalisi tiga partai itu cukup kuat dan telah terbukti saat Pilkada beberapa waktu lalu. Dalam salah satu kampanye, PKS secara terang-terangan menginginkan ganti presiden mengacu kepada Presiden Jokowi.

Sudirman mengakui semangat untuk mengganti presiden di daerah-daerah memang cukup kuat. Hal itu, ujarnya terbukti ketika raihan suaranya di Jawa Tengah bisa di atas 40% meski hingga Desember 2017 survei elektabilitas atas dirinya hanya sekitar 10%.

“Ketiga partai itu merupakan partai terbuka yang biasa mengusung selain kader,” ujar Sudirman. Bahkan dia menilai bisa saja kombinasi capres dan cawapres nantinya di luar kader partai.

“Kita senang kalau parpol itu menjadi semacam agen pencari calon pemimpin,” ujarnya di Gedung Parlemen, Rabu (11/7/2018).

Akan tetapi, Sudirman tidak mau menjadi kader salah satu dari ketiga partai itu. Sudirman pun mengaku tidak akan maju sebagai calon anggota legislatif meki banyak tawaran kepada dirinya setelah kalah di Pilgub Jateng.

Sementara itu, politisi PKS, Mahfudz Siddiq mendorong agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuntaskan kinerjanya sebagai kepala daerah, bukannya maju dalam Pilpres 2019.

"Pak Anies, Anda dipilih sebagai gubernur bukan saja oleh masyarakat DKI, tapi melibatkan begitu banyak orang di luar DKI, karena ada gerakan 212, jadi selesaikan amanah ini dengan baik," ujar Mahfudz.

Menurutnya, akan lebih baik jika Anies menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI hingga 2023. Pasalnya, PKS juga ikut andil dalam kemenangan mantan Mendikbud itu.

Mahfudz melanjutkan, ada dua faktor yang harus menjadi pertimbangan apabila PKS membuka opsi untuk mendorong Anies masuk bursa pencalonan presiden. Pertama, masa jabatan Anies sebagai gubernur yang belum genap satu tahun. Kedua, Anies bukanlah kader PKS alias nonparpol.

"Sebab pelaksanaan Pemilu secara bersamaan jangan sampai membuat sosok capres yang diusung menang tapi babak belur di Pilegnya," tambah Mahfudz.

Mahfudz juga menegaskan, seharusnya PKS di bawah pimpinan Sohibul Iman tetap memperjuangkan sembilan nama kader yang sudah disepakati untuk jadi capres atau cawapres pada Pilpres 2019.

Tag : cawapres, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top