PDIP : 10 Nama Cawapres Jokowi Tak Boleh Dibocorkan

Meski Jokowi sudah mengantongi 10 nama cawapres untuk pilpres 2019 mendatang, namun Ketua DPP PDIP Eriko Sutardoga mengaku belum tahu nama-nama cawapres tersebut.
John Andhi Oktaveri | 10 Juli 2018 18:02 WIB
Presiden Joko Widodo (dari kiri) disambut oleh Panitia Pengarah Rakernas PDIP Prananda Prabowo, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, kader PDIP Yasonna Laoly, dan kader PDIP Tjahjo Kumolo dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Jumat (23/2). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA--Meski Jokowi sudah mengantongi 10 nama cawapres untuk pilpres 2019 mendatang, namun Ketua DPP PDIP Eriko Sutardoga mengaku belum tahu nama-nama cawapres tersebut.

Kalau pun harus disebut, PDIP harus menunggu keputusan dari Ketum PDIP Megawati soekarnoputri, ujarnya.

“Saya tidak tahu tentang siapa-siapa dari 10 nama cawapres yang dikantongi oleh Pak Jokowi itu. Kalau pun dibocorkan, nanti tidak menarik. Jadi, PDIP menunggu keputusan Ibu Megawati,” ujar Eriko di Kompleks Parlemen, Selasa (10/7).

Karena itu dia meminta masyarakat menunggu sampai menjelang pendaftaran capres-cawapres ke KPU tanggal 10 Agustus mendatang.

“Tunggu saja nanti pasti akan ada kejutan. Kalau sekarang diumumkan, kan tidak akan ada kejutan,” ujarnya.

Sebelumnya beredar nama-nama cawapres untuk jokowi dari parpol antara lain Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Romahurmuziy (PPP).

Sedangkan dari luar parpol antara lain Mahfud MD, Sri Mulyani, Moeldoko, Chairul Tanjung (CT), Zainul Majdi alias TGB, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, Ma’ruf Amin, Said Aqil Siroj dan lain-lain.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan bahwa pihaknya telah memutuskan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan ikut dalam kontestasi Pilpres 2019.

Menurutnya, Partai Demokrat telah memutuskan untuk menempatkan AHY baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden, dengan siapapun nantinya berkoalisi.

"Menjadi keputsan dari Demokrat bahwa apapun koalisinya, AHY harus maju sebagai capres ataupun cawapres," kata Syarief.

Terkait keberadaan parpol seperti PAN dan PKS yang sama-sama memiliki cawapres, Syarief mengatakan bahwa hal itu bisa dikomunikasikan secara intensif. Dengan demikian, ada titik temu untuk bersama membangun koalisi, ujarnya.

Tag : cawapres, Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top